Berita Terkini

Pagelaran Budaya Simalungun

Pagelaran Budaya Simalungun
Jakarta, April 2018

Djarot-Sihar Sitorus Untuk Sumut 2018

Djarot-Sihar Sitorus Untuk Sumut 2018
Berita Selengkapnya Klik Gambar
INDEKS BERITA

Mengukur Pertarungan Gerindra-PDIP di Pilkada Sumut 2018

Written By Berita Simalungun on Saturday, 24 February 2018 | 08:25

Cagubsu Pilkada 27 Juni 2018.
BeritaSimalungun-Jika melihat komposisi fraksi di DPRD Sumut, Edy berada di atas angin karena sudah memiliki dukungan dari parpol-parpol pemilik 55 kursi di legislatif daerah.

Dinamika politik menjelang Pemilihan Gubernur Sumatra Utara (Pilgub Sumut) 2018 mulai bergeliat beberapa hari terakhir. Dua tokoh nasional dideklarasikan partai-partai pendukung di Jakarta sebagai calon gubernur buat memimpin provinsi dengan jumlah suara 9.902.948 pada Pemilu Presiden 2014 itu. Kedua tokoh tersebut adalah Letjen Edy Rahmayadi dan Djarot Saiful Hidayat.

Edy didukung Partai Gerindra, PKS, PAN, Partai NasDem, dan Golkar, sedangkan Djarot baru didukung PDI Perjuangan. Deklarasi kedua calon itu membuat tensi politik di Sumut mulai naik lantaran daerah ini merupakan lumbung suara terbanyak keempat di Indonesia dalam pilpres 2014 setelah Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah.

Menilik catatan Pemilu 2014, Golkar merupakan pemenang di Sumut dengan raihan lebih dari 948 ribu suara, dan disusul PDIP dengan 920 ribu suara lebih. Kedua partai meraih jatah kursi perwakilan terbanyak di DPRD Sumut.

Saat ini, ada 17 kursi dimiliki Golkar, dan 16 kursi jadi punya PDIP. Partai Demokrat menyusul dua parpol tersebut dengan mendapat 14 kursi. Sisanya, kursi di DPRD Sumut hasil Pemilu 2014 dimiliki Gerindra (13), Hanura (10), PKS (9), PAN (6), NasDem (5), PPP (4), PKB (3), dan PKPI (3).

Jika melihat komposisi fraksi di DPRD Sumut, Edy berada di atas angin karena sudah memiliki dukungan dari parpol-parpol pemilik 55 kursi di legislatif daerah. Sementara, Djarot baru mengamankan 16 kursi DPRD Sumut yang menjadi milik PDIP.

Peluang membesarnya dukungan untuk Djarot dan Edy masih terbuka lantaran masih ada Demokrat, Hanura, PKB, PPP, dan PKPI yang belum memberikan dukungan di Pilkada 2018 Sumut.

Jika melihat syarat pencalonan gubernur di pilkada yang mengharuskan parpol pengusung atau koalisi memiliki jumlah 20 kursi dari DPRD provinsi, Edy sudah aman posisinya. Sementara, Djarot butuh dukungan dari minimal satu parpol lagi agar bisa bersaing di sana.

Sejarah Kemenangan Kandidat dari PKS

Pada dua gelaran pilkada sebelum tahun ini ada hal unik yang terjadi di Sumut. Keunikannya adalah kepala daerah yang diusung PKS pasti memenangkan pilkada. Pada Pilkada 2008, PKS, PPP, PBB, dan 9 partai lain mengusung Syamsul Arifin-Gatot Pujonugroho. Pasangan itu meraih kemenangan dengan meraih 28,31 persen suara, unggul atas cagub yang diusung PDIP, Golkar, PAN, serta partai-partai lain.

Lima tahun setelahnya, PKS kembali memenangkan kandidatnya di Pilkada Sumut 2013. Saat itu, PKS mengusung Gatot Pujo Nugroho-Tengku Erry Nuradi bersama Hanura, PBR, Patriot, dan PKNU. Pasangan Gatot-Erry ketika itu meraih 33 persen suara disusul Effendi MS Simbolon dan Jumiran Abdi yang diusung PDIP dan PPRN.

Jika menilik sejarah, keberpihakan menjadi milik Edy dan Musa Rajekshah sebab dukungan PKS sebagai 'raja pilkada' di Sumut telah mereka dapatkan. Sementara, PDIP harus berani memutus rentetan posisi 'runner up' di Pilkada Sumut dengan terlebih dahulu memastikan komposisi koalisi dan nama bakal cawagub yang hendak disandingkan dengan Djarot.

Dalam hasil sigi dari Survey dan Polling Indonesia (SPIN), Edy memeroleh elektabilitas 20,45 persen kalah dari Tengku Erry Nuradi yang memeroleh 23,89 persen dari 1.262 responden. Ada pun Djarot berada di posisi keempat dengan raihan 6,21 persen suara. Angka itu lebih kecil dibandingkan elektabilitas Ngogesa Sitepu, Bupati Langkat yang mundur dari bursa Pilkada 2018, sebesar 8,26 persen berdasarkan hasil survei.

Bersatunya Gerindra-PKS Melawan PDIP


Kekuatan barisan koalisi pengusung Edy-Musa juga bisa dibilang kuat karena terdiri dari tiga parpol yang setia sejak Pilkada DKI Jakarta 2017. Ketiga partai yang dimaksud adalah Gerindra, PKS, dan PAN.

Tiga partai itu kerap menyatu dalam menghadapi Pilkada 2018. Selain di Sumut, ketiga parpol itu bersama mengusung cagub di Kalimantan Timur, Maluku Utara, dan Jawa Tengah.

Wakil Sekretaris Jenderal Gerindra Andre Rosiade mengaku, partainya memang banyak berkoalisi dengan PKS karena lancarnya komunikasi antarelite dua partai itu. Selain itu, kedekatan Gerindra dan PKS sejak Pilkada DKI juga menjadi faktor bersatunya mereka di beberapa daerah, termasuk Sumut.

"Sesuai dengan pernyataan Pak Prabowo di berbagai kesempatan, PKS adalah sekutu Gerindra," tutur Andre kepada Tirto.

Politikus Gerindra itu mengakui kemenangan tiap kandidat yang diusung pada Pilkada 2018 akan menghadirkan bayangan mengenai kemungkinan elektabilitas Prabowo Subianto di pemilu mendatang. "Yang jelas bagi kami kemenangan pilkada tentu untuk mengukur peluang Capres kami pak Prabowo," katanya.

Anggapan bahwa Gerindra dan PKS tengah bersiap serta menjadikan Pilkada 2018 sebagai pemanasan jelang pemilu 2019 juga diakui politikus PKS Mardani Ali Sera.

Menurutnya, PKS menargetkan meraih 100 persen kemenangan di tiap daerah yang ikut serta pada pilkada. Kemenangan di pilkada dipercaya membawa dampak baik untuk pemilu tahun depan. "Kami memang berhitung untuk Pileg dan Pilpres 2019," kata Mardani.

Di kesempatan berbeda, Ketua DPP PDIP Andreas Pareira berkata bahwa cerminan dari pencalonan kandidat di beberapa daerah oleh Gerindra dan PKS tak bisa diterjemahkan sebagai upaya dua parpol itu memanaskan mesinnya jelang pemilu nasional. Andreas mengklaim, koalisi antara partainya dengan Gerindra juga terjalin di beberapa daerah yang menyelenggarakan Pilkada 2018 namun tak mendapat sorotan media massa.

"Enggak, enggak [pemanasan jelang 2019]. Silakan interpretasi saja, tapi tidak sejauh itu," kata Andreas di kawasan Menteng.

Ujung Pertarungan Pilkada demi Pilpres

Pengamat politik dari SMRC Sirojudin Abbas menilai wajar adanya anggapan pilkada sebagai ajang pemanasan parpol demi Pemilu 2019. Menurutnya, parpol memang menjadikan ajang Pilkada sebagai kesempatan membangun basis politik, tak terkecuali oleh Gerindra dan PKS yang memposisikan diri sebagai oposisi pemerintahan Presiden Joko Widodo.

"Kerja sama keduanya saat ini pada akhirnya dapat berujung pada koalisi Pilpres 2019," kata Sirojudin kepada Tirto.

Keberlanjutan koalisi Gerindra dan PKS di Pemilu 2019 terbuka lebar jika melihat kalender tahapan pemilu. Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah memutuskan bahwa pencalonan dan penetapan capres serta cawapres untuk Pemilu 2019 akan dilakukan pada Agustus 2018. Waktunya hanya berselang dua bulan kurang sejak berakhirnya masa pemungutan suara di Pilkada 2018.

"Apa lagi proses pencalonan presiden/wapres akan dimulai di Agustus 2018. Jadi kerja sama pemenangan di Pilkada 2018, akan sekaligus menjadi pemanasan mesin politik bagi pilpres dan pileg serentak 2019," katanya. (BS)


Sumber: tirto.id

Tulisan Widya Pury Modhy Terkait Peristiwa 3 Anak Meninggal Dibunuh Ibu Kandung di Bali

Dalam Kenangan Tiga Bocah Tewas-Photo FB-Widya Pury Modhy
BeritaSimalungun-Lewat sebuah tulisan, Widya Pury Modhy, warganet Gianyar Sukawati, Denpasar –Bali mencurahkan isi hatinya soal peristiwa 3 anak kandung yang meninggal karena diracuni oleh ibu kandungnya di Bali. Berikut ini kutipan tulisan itu dari linimasa social media milik Widya Pury Modhy (FB).

Widya Pury Modhy menambahkan 4 foto 22 Februari 2018 Pukul 6:00 WIB• KISAH NYATA PILU NYA KEHIDUPAN RUMAH TANGGA YANG BERUJUNG MAUT.
GIANYAR SUKAWATI-(DENPASAR -BALI )
SELAMAT TINGGAL IBU MAAF JIKA AKU PERGI LEBIH DULU
KINI AKU SUDAH BERMAIN BERSAMA MALAIKAT2 TUHAN
TANPA AKU TAU SALAH DAN DOSA KU KEPADAMU IBU
KAU KEMBALIKAN AKU KE RUMAH TUHAN 

Aku tahu pasti berat bagimu menyaksikan kepergianku. Kulihat air mata tak pernah kering dari pipimu. Kulihat kau masih mengamati foto fotoku. Kau buka lemari dan kau usap satu persatu baju bajuku. Kau cium, kau dekap, seakan kau mencari aroma tubuhku yang tak pernah lagi bisa kau bau. Setiap kau melihat mainan mainanku, air mata berderai membasahi pipimu. Kau terisak dan menahan perih di dadamu.

Kau takkan lagi berlari kesana kemari mengejarku demi sesuap nasi masuk ke mulutku. Kau takkan pernah lagi merayu dan membujukku melepas baju dan mandi bersamamu.. Kau takkan pernah lagi terganggu oleh rengekan dan tangisku. Tak ada lagi yang berteriak meminta ini dan itu..

Oh ibuu..

Aku juga sangat merindukanmu. Aku tetap ingin berada dalam pelukanmu di kala malam dingin menghampiriku. Aku ingin duduk dipangkuanmu mendengar semua cerita lucu darimu.. Ibu.. sekali lagi maafkan aku. Seharusnya aku masih bersamamu.

Ibu… sejujurnya aku ingin tumbuh dewasa dan punya kesempatan merawatmu. Sebagai tanda baktiku atas segala pengorbanan yang telah kau berikan padaku. 

Sejujurnya aku ingin menyaksikan putihnya rambutmu dan kerutan di wajahmu. Aku ingin menuntunmu berjalan tatkala kaki dan tanganmu tak lagi kuat untuk menopang tubuhmu. Aku ingin sekali mendo'akanmu di setiap DOA KU kan terselipkan nama mu.

Oh ibuu..

Tuhan punya rencana lain untukku. Kaulah yang ternyata menyaksikan kepergianku. Meski tak lama kau melahirkan dan merawatku.

Maafkan aku ibu.. aku telah begitu tiba tiba meninggalkanmu. Membuatmu sedih dan perih menguburku.

TUHAN LEBIH SAYANG AKU IBU,...
NANTI PARA MALAIKAT TUHAN YANG MENGAJAK KU BERMAIN....
IBU JANGAN SEDIH YA
JAGA DIRI IBU BAIK2 KAMI SEMUA SAYANG IBU...
(Amor Ring Acintya adek ganteng dan cantik )
(Semoga menyatu dengan Tuhan )

Inilah suatu contoh kehidupan dalam rumah tangga ketika mertua terlalu bnyak ikut campur urusan rumah tangga anak .

Dan inilah akibat dari hasil suami yg suka selingkuh , suami tdk memikir akibat nya yg akan terjadi dalam rumah tangga kalau sudah tdk cocok mending ambil jalan sendri2 saja.

Ketika istri sdh tdk tahan dengan masalah rumah tangga dan di tambah ocehan mertua yg menyakitkan ia akan depresi .

Dan ketika istri tdk mendapatkan dukungan motivasi dari orang2 yg bisa memberi pengetahuan tentang kehidupan , pada saat ia kehilangan akal sehat saat marah dan emosi yg terpendam karna sakit hati yg mendalam , beginilah yg akan terjadi , ia akan hanya berpikir mengakhiri hidup nya dan mengajak orang-orang yang disayangi (anak2 yang tidak berdosa).

Buat para mertua

Sebagaimana pun engkau membenci menantu Mu , ia tetaplah lah istri dari anak Mu dan anak2 nya tetaplah cucu Mu.

Janganlah menyakiti menantu Mu dengan mengeluarkan kata2 yg tdk pantas, karena ia rela meninggal kan keluarga nya demi ikut dengan anak Mu mengarungi rumah tangga dan rela mempertaruhkan nyawanya demi melahirkan keturunan Mu (cucu Mu ).

Dan sebagaimana suami dan istri sebisa mungkinlah kalian untuk bisa mengambil sikap , dan bisa saling mengerti satu sama lain. Jangan hanya mementingkan diri sendiri.

Dan buat para PELAKOR tolonglah berpikir dua kali untuk menjalin hubungan sama suami orang , pikirkanlah akibat nya ...
Jangan sampai gara-gara kamu rumah tangga orang jadi hancur dan mungkin berakibat fatal ( kematian )

*Akibat mertua yg selalu ikut campur rumah tangga anak
*Akibat suami selingkuh
*Akibat adanya PELAKOR
Efeknya :
Istri depresi , kehilangan akal sehat ,
Dan memberi sesuatu pada anak, yg mengakibatkan ( kematian )
Dan melukai dirinya sendiri yg mengakibatkan ( kematian )

Buat para ibu-ibu kalau punya masalah jgn di pendam sendiri ,jika itu sdh tersa berat bagimu berbagi lah dengan orang yang berada dalam ajaran (spiritual).

(orang yang mengerti agama ) maka ibu-ibu akan diberi motivasi dan solusi nya dan di beri penyemangat hidup agar lebih baik lagi. Jangan mengambil keputusan sendiri yang berakibat fatal!

Jadikanlah pengalaman dari kejadian ini sebagai pembelajaran untuk kita agar lebih baik lagi dalam mengambil langkah dan keputusan.

(Semoga Amor Ring Acintya adek-adek ganteng surga tempat kalian dan ampunilah atas kesalahan dan dosa ibu Mu ke Padamu)
Rahajeng Rahayu semoga kita di jauhkan dari hal-hal buruk dalam keluarga. Hare Krisna (Astungkare ).

3 Anak Meninggal dengan Mulut Berbusa, Ibu Kandung Coba Bunuh Diri

Warga Gumi Seni Gianyar geger pada Rabu pagi, 21 Februari 2018. Pasalnya, tiga anak sebuah keluarga di Banjar Palak, Desa Sukawati, Gianyar, Bali, tewas tidak wajar. Sementara, ibu para korban, Ni Luh Putu Septyan P. mencoba bunuh diri.
Dalam Kenangan Tiga Bocah Tewas-Photo FB-Widya Pury Modhy
Tiga anak kandung pasangan Putu Moh–Ni Luh Putu Septyan P tewas dengan mulut berbusa karena menenggak cairan racun pembasmi serangga. Ketiga korban itu masing-masing berinisial Ni Putu DMPD (6), Made MLP (4), dan Nyoman KP (2).

Ni Luh diduga meracuni ketiga buah hatinya. Ia ditemukan sekarat dan dilarikan ke RS Sanglah untuk mendapat perawatan.

Menurut informasi, insiden itu bermula ketika Selasa siang, 20 Februari 2018, Ni Luh yang berstatus guru itu pulang ke rumah asalnya di Banjar Palak, Sukawati, untuk menginap.

Dua jam kemudian, suaminya, Putu Moh, datang menemui istrinya. Saat itu, Putu Moh mengajak istri dan anaknya pulang ke Petang. Namun, Ni Luh menolak.

Putu Moh lalu pulang sendiri. Selasa malam, saksi Nyoman Yoga yang juga adik Ni Luh sempat bertemu dengan suami ibu guru itu di depan pintu rumah.

“Mau ke mana?" tanya Yoga. Lalu dijawab suami pelaku, "Mau pulang." Nyoman juga sempat melihat Ni Luh sedang menyusui anak bungsunya yang sedang tidur.

Ini Kronologinya

Kasus dugaan percobaan bunuh diri dan pembunuhan sekeluarga di Gianyar Bali menghebohkan publik. Seorang guru PNS asal Desa Sulangai, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Bali, diduga mencekoki ketiga anaknya dengan racun serangga hingga tewas. Sementara dirinya, yang turut meminum racun dan menyayat lengan dan leher dalam aksi bunuh diri itu gagal meninggal dunia dan masih terselamatkan.
Ibu dan Putri Sulungnya. Photo FB-Widya Pury Modhy
Informasi yang dihimpun, kronologi percobaan bunuh diri dan pembunuhan ketiga anak dalam satu keluarga berawal saat terduga pelaku Ni Luh Putu Septyan Parmadani (33) bersama ketiga anaknya, masing-masing Ni Putu Diana Mas Pradnya Dewi (6), Made Mas Laksamana Putra Lakis (4), dan Nyoman Kresnadana Putra lakis (2) mengunjungi rumah nenek mereka di Desa Sukawati, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar pada Selasa 20 Februari 2018 sekitar Pukul 12.45 WITA.

Sekitar pukul 14.30 Wita suami terduga pelaku, Putu Mohdiana sempat datang ke rumah tersebut dan berbincang dengan isterinya. Suaminya mengajak isteri dan anak-anaknya pulang ke rumah mereka. Namun pelaku tidak menyanggupi permintaan suaminya.

Kemudian sekitar pukul 23.00 Wita, adik terduga pelaku I Nyoman Yoga sempat bertemu dengan Putu Mohdiana di depan pintu rumah. Dia menanyakan suami kakaknya itu hendak pergi ke mana malam-malam, yang langsung dijawab akan pulang ke rumahnya. 

Adik pelaku kemudian masuk ke rumah dan melihat kakaknya sedang menyusui anaknya. Selanjutnya, dia pergi ke kamarnya untuk beristirahat, sedangkan pelaku masih di luar bersama kakak yang lain dan ibunya.

Keesokan harinya, sekitar pukul 06:40 wita, Rabu (21/2/2018). Adik pelaku hendak mengambil alat mandi di kamar tempat kakanya menginap. Namun kondisi kamar terkunci dari dalam. Dia kemudian mengetuk dan menggedor pintu tapi tidak ada jawaban. Penasaran, dia kemudian memaksa masuk ke dalam kamar melalui jendela. Di situlah dia melihat kakaknya dan ketiga anaknya dalam kondisi terbujur kaku.

Posisi kakaknya dalam kondisi terlentang dengan sebilah pisau masih terpegang erat di jemari tangannya. Saat diperiksa, keadaan ketiga anak yang masih kecil itu sudah tidak bernapas, sedangkan terduga pelaku yang terlihat ada luka goresan di pergelangan tangan kiri dan leher bagian kanan, masih menunjukkan tanda-tanda kehidupan.

Nyoman Yoga kemudian membuka pintu kamar dan memanggil seluruh anggota keluarga selanjutnya membawa pelaku dan ketiga korban ke Rumah Sakit (RS) Ganesha. Tim medis rumah sakit langsung menangani serius kondisi ibu korban, sedangkan ketiga anaknya dinyatakan meninggal.

Pihak keluarga kemudian melaporkan ke Polsek Sukawati. Petugas yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Hasil pemeriksaan di kamar tersebut, petugas menemukan cairan pembasmi serangga dalam kemasan plastik yang isinya sudah habis. Ceceran baygon, pisau dapur dan bercak darah.

Dugaan sementara, petugas menyimpulkan kematian ketiga korban disebabkan menenggak racun serangga yang dicekoki ibu kandungnya sebagai terduga pelaku. Dari kamar itu, petugas mengamankan satu bungkus cairan pembasmi serangga, dua buah pisau dapur, pensil, STNK, sepasang sandal, dan sebuah tutup botol.

“Kasus ini masih kami selidiki. Petugas sudah mengumpulkan sejumlah bukti dan olah TKP. Kami masih akan memeriksa saksi-saksi dan menunggu terduga pelaku sadar untuk penyelidikan lebih lanjut,” kata Kapolsek Sukawati, Kompol Pande Putu Sugiarta.(JP-03/Berbagai Sumber)

Hancur Kita Namboru!! Tempat Pelelangan Ikan di Haranggaol, Dijadikan “LAPO” Tuak

Written By Berita Simalungun on Friday, 23 February 2018 | 07:37

Hancur Kita Namboru!! Tempat Pelelangan Ikan di Haranggaol, Dijadikan “LAPO” Tuak
BeritaSimalungun-Tempat Pelelangan Ikan (TPI) milik pemerintah yang ada di Haranggaol, Kecamatan Horisan Haranggaol, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara kini telah beralih fungsi dan digunakan sebagai tempat jualan (Lapo) tuak atau minuman keras.

Tidak berfungsinya TPI tersebut kini telah membuat warga Haranggaol merasa kecewa, kenapa? Karena bangunan tersebut kini tampak miris bagaikan kandang hewan.

Kotoran yang berserak, dan kadang baunya sangat menyengat, sehingga warga yang tinggal dekat dengan Tempat Penjualan Ikan tersebut kadang tidak bisa menahan bau yang sangat menyengat tersebut.

Ketua RT 05 Ferianto mengatakan bahwa di Tempat Penjualan Ikan tersebut kini sangat sering ada orang yang membuat resah warga sekitar.

Namun Feri enggan menyebutkan siapa nama oknum yang sering nongkrong dan minum tuak disana. Dan bukan hanya minum, tapi kadang sampai membuat keributan sehingga mengganggu kenyamanan warga Jona Gudang.

Masih menurut Ferianto, bahwa dirinya menganggap bahwa bangunan yang dibangun Pemrovsu ini hanya proyek bangunan yang mubajir.

Feri juga berharap agar bangunan itu dapat di fungsikan kembali agar menjadi meningkatnya tingkat perekonomian warga Haranggaol Horisan Kabupaten Simalungun. (BS-akarliputansumut.com)

Nyakin Menangkan Gugatan, JR Saragih-Ance Sudah Cetak Alat Peraga Kampanye Nomor Urut 3

Di foto itu tampak dua T-banner bergambar JR Saragih-Ance Selian keluar dari mesin cetak. Pada T Banner nampak disebutkan tiga partai pengusung JR Saragih-Ance Selian, yaitu PKB, Partai Demokrat, dan PKPI. IST
JR Saragih Pakai Ijazah S-3
 
BeritaSimalungun-Meskipun belum diputuskan bisa menjadi peserta Pemilihan Gubernur Sumut Pilkada Serantak 27 Juni 2018 mendatang, ternyata alat peraga kampanye berupa spanduk pencalonan JR Saragih-Ance Selian sudah dicetak. Kabar ini menyeruak di kalangan Jurnalis dengan photo pencetakan alat peraga kampanye.

Di foto itu tampak dua T-banner bergambar JR Saragih-Ance Selian keluar dari mesin cetak. Pada T Banner nampak disebutkan tiga partai pengusung JR Saragih-Ance Selian, yaitu PKB, Partai Demokrat, dan PKPI.

Di bagian bawah, di cetak juga angka 3 yang kemungkinan dimaksudkan sebagai nomor urut pencalonan JR Saragih-Ance Selian. Namun tidak diketahui siapa yang mencetak alat peraga kampanye itu dan kapan waktu pembuatannya.

Jika gugatan mereka ke Bawaslu Sumut diterima, JR Saragih-Ance Selian akan mendapat nomor urut 3 karena nomor urut 1 sudah didapatkan pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah dan Paslon  Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus nomor urut 2.

Saat Rakorwil PKB di Hotel Madani, Rabu (21/2/2018), Ance Selian mengatakan alat peraga kampanye itu dibuat oleh para relawan. “Itu kan dari relawan, karena mereka yakin kita menang 100 persen, ini kan sebuah doa," katanya.

Menanggapi datangnya tim pemenangan pasangan bakal calon Gubernur Sumut, Jopinus Ramli Saragih-Ance Selian, ke Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumut di Jalan Adam Malik, Medan, Sumatera Utara baru-baru ini, Ketua Bawaslu Sumut, Syafrida Rasahan mengatakan Bawaslu Sumut sudah menerima permohonan sengketa dari bakal calon gubernur Sumut, Jopinus Ramli Saragih-Ance Selian.

“Mereka datang terkait tidak ditetapkannya JR-Ance sebagai calon gubernur dan wakil gubernur Sumut pada Pilkada serentak 2018,“ kata Syafrida, Rabu (14/2/2018).

Terkat permohonan sengketa, Syafrida menjelaskan bahwa yang menjadi subjeknya adalah putusan KPU, tentang penetapan pasangan bakal calon dan wakil calon gubernur Sumut. Yang kemarin sudah ditetapkan KPU pada (12/2/2018).

Lebih lanjut, Syafrida menuturkan soal bukti, kebenarannya masih akan diperiksa dan di teliti lebih lanjut lagi, apakah sudah lengkap atau tidak lengkap.

“Nanti akan diregister, baru pada proses pembuktiannya kita akan ketahui apa saja yang mereka sertakan sebagai alat bukti," ungkap Syafrida.

Ungkap Beberapa Kejanggalan
Kuasa Hukum JR Saragih dan Ance, Ikwanuddin Simatupang.

Persoalan berkas ijazah membuat pasangan calon JR Saragih dan Ance gagal ditetapkannya oleh KPU Sumatera Utara mendapat titik terang. Pasalnya KPU Sumatera Utara tidak memberitahu kepada kedua pasangan untuk memperbaiki soal ijazah tersebut.

“Kami tidak melakukan perbaikan berkas persyaratan karena kami tidak diberitahu KPU Sumut apa yang harus diperbaiki," tegas Kuasa Hukum JR Saragih dan Ance, Ikwanuddin Simatupang di Medan, Rabu (21/2/2018).

Diakuinya, ada dua hal yang dikeluarkan KPUD Sumatera Utara. Pertama, yakni soal berkas persyaratan pada tanggal 17 Januari 2018. Kedua, berita acara penelitian hasil perbaikan berkas persyaratan tertanggal 9 Februari 2018.

“Harus diingat, KPU Sumatera Utara sudah memutuskan pasangan JR-Ance tidak memenuhi syarat pada 9 Februari 2018. Pasangan ini tentu tidak memiliki kesempatan untuk membela diri, apalagi pada tanggal 12 Februari sudah penetapan paslon. Sementara, KPU Sumatera Utara hanya membacakan putusan saja," jelasnya.

Lalu, Ikwanuddin Simatupang menegaskan bahwa KPU Sumatera Utara juga tidak pernah meminta JR Saragih menunjukkan ijazah aslinya. Hal ini menjadi acuan JR dan Ance memilih menggugat ke ranah Bawaslu.

Selanjutnya, surat dari Sekretaris Dinas Pendidikan DKI Jakarta tertanggal 22 Januari 2018 digunakan KPU Sumatera Utara di tanggal 9 Februari 2018, tanpa adanya pemberitahuan sebelumnya kepada pihak JR Saragih untuk diklarifikasi dan diperbaiki.

“Dalam aturan administrasi ketatanegaraan dinyatakan yang bisa mencabut atau menganulir sebuah surat keterangan adalah pejabat yang menerbitkan surat keterangan tersebut. Tidak bisa seorang Sekretaris Dinas mencabut atau menganulir surat yang diterbitkan atasannya. Itu di luar kewenangannya,” ujarnya.

Kejanggakan lainnya adalah perihal soal legalisir. Ia mengatakan dengan melihat adanya perbedaan surat yang dikeluarkan, maka secara subtansi yuridis melegalisasi. Baginya, letak perbedaan hanya pada stempel dan tanda tangan.

“Pertanyaannya, siapa yang berwenang melegalisir sekolah yang sudah tutup? Itu kepala dinas, tidak ada hubungannya dengan sekretaris dinas,” katanya.

Persoalan legalisir yang pakai JR Saragih saat mendaftar menjadi calon gubernur adalah fotokopi ijazah yang dilegalisir pada 2017. Tetapi, di sisi lain sekretaris Dinas Pendidikan DKI Jakarta menyatakan tidak pernah melegalisir ijazah JR Saragih pada 2018.

“Kita tidak tahu bagaimana pengarsipan mereka. Kita melampirkan legalisir 2017 dan buktinya kuat, keterangan sekretaris dinas tidak pernah melegalisir di 2018. Itu benar karena kita memang tidak pernah melegalisasi di 2018 karena KPU Sumatera Utara tidak memberitahu kepada kita di mana letak kesalahannya. Seharusnya tidak menjadi pertimbangan KPU surat sekretaris dinas itu," lanjutnya.

Kemuduan ketika mendaftarkan ke KPU, JR Saragih juga memasukkan ijazah lainnya, bukan hanya SMA saja, melainkan memasukkan pula ijazah S3 nya. Dengan diserahkan ijazah S3 JR Saragih, maka pihak JR Saragih merasa heran mengapa bukan ijazah terakhir yang menjadi keputusan KPU Sumatera Utara.

“Sesuai dengan UU nomor 10 tahun 2016 pasal 45 ayat (1) poin a1 bahwa syarat pencalonan dalam pilkada adalah ijazah terakhir, tapi anehnya kenapa ijazah SMA yang menjadi keputusan KPU Sumatera Utara. Tentu ini jadi pertanyaan buat kita semua," sebutnya.

Ketua KPU Sumatera Utara Mulia Banurea berkilah bahwa pihaknya sudah mempersiapkan semua jawaban atas pembacaan pemohon dalam hal ini pihak JR Saragih dan Ance Selian.

“Kita akan memberikan jawaban tanggal 23 Februari dalam permusyawaratan sengketa ini. Oleh karenanya ini menjadi bagian tugas kami dan dalam proses untuk menjelaskan kepada publik," jelasnya.

JR Saragih Pakai Ijazah S-3

Berkas apa yang diserahkan oleh JR Saragih dan Ance Selian saat mendaftar ke KPU Sumatera Utara guna maju di Pilkada Sumatera Utara 2018, salah satunya, penyerahan ijazah S-3 oleh JR Saragih.
Sidang Gugatan JR Saragih-Ance di Bawaslu Sumut.IST
“Dalam mendaftarkan ke KPU, JR Saragih juga memasukkan ijazah lainya, bukan hanya SMA saja melainkan dimasukkan pula ijazah S-3nya," ucap Kuasa Hukum JR Saragih Ikwanuddin Simatupang di Bawaslu, Medan, Sumatera Utara, Selasa (20/2/2018).

Dijelaskan Ikhwanuddin bahwa penyerahan ijazah S3 JR Saragih sebagai bukti keganjalan kebijakan KPU menggagalkan langkah JR. Pihak JR Saragih merasa heran mengapa bukan ijazah terakhir yang menjadi keputusan KPU Sumatera Utara.

“Sesuai dengan UU nomor 10 tahun 2016 pasal 45 bahwa ijazah terakhir menjadi syarat utama buat mereka yang akan maju menjadi calon kepala daerah, tapi anehnya kenapa ijazah SMA yang menjadi keputusan KPU Sumatera Utara. Tentu ini jadi pertanyaan,” sebutnya.

Sementara itu, Ketua KPU Sumatera Utara Mulia Banurea berkilah bahwa pihaknya sudah mempersiapkan semua jawaban atas pembacaan pemohon dalam hal ini pihak JR Saragih dan Ance Selian.

“Kita akan memberikan jawaban tanggal 23 Februari 2018 dalam permusyawaratan sengketa ini. Oleh karenanya itu, ini menjadi bagian tugas kami dan dalam proses untuk menjelaskan kepada publik,” sebutnya.

Ketua Bawaslu Sumatera Utara Syafrida Rasahan mengatakan bahwa sidang ini akan berlangsung selama 12 hari terhitung tanggal 19 Februari hingga 3 Maret 2018.

“Semua pihak hadir di musyawarah sengketa ini dengan baik bahwa agenda hari ini adalah pembacaan pemohon dan tanggal 23 jawaban dari termohon setelah itu sesuai kesepakatan maka tanggal 24 sampai 27 Februari akan dilakukan proses pembuktian barulah tanggal 3 Maret penentuan hasilnya,” katanya.(Berbagai Sumber/Asenk Lee)
 

Djarot-Sihar Membawa Aura Kebangkitan Bagi Sumut

Written By Berita Simalungun on Thursday, 22 February 2018 | 15:22

Oleh: Joan Berlin Damanik SSi, MM 
 
Dari Kiri kenan: Japorman Saragih (Ketua DPD PDIP Sumut), Drs H. Djarot Saiful Hidayat, MS, Joan Berlin Damanik, SSi, MM ( Ketua Umum Relawan Perjuangan Djarot Sihar), DR Sihar Halomoan Sitorus, Timor Panjaitan.
BeritaSimalungun-Sejatinya seluruh masyarakat merindukan kebangkiatan daerah ini dari keterpurukana serta label negative yang kerap di tabalkan sebagai provinsi nomor 2 terkorup. Dari hasil survey Lembaga Indonesia Corruption Watch (ICW) tahun 2016 merilis peringkat-peringkat provinsi yang paling banyak kasus korupsi yang disidik oleh aparat hukum. Berikut 10 provinsi yang paling banyak kasus korupsinya di Indonesia:

1.    Jawa Timur
2.    Sumatera Utara
3.    Jawa Barat
4.    Nusa Tenggara timur
5.    Jawa Tengah
6.    Riau
7.    Lampung
8.    Sulawesi Selatan
9.    Sumatera Selatan
10.     Sumatera Barat.

Selain itu juga setiap daerah di sumut selalu mengeluh mengenai jalan yangbanyak  rusak, dampaknya  masyarakat masih jauh dari sejahtera. 

Saya selaku Ketua Umum Relawan Perjuangan Djarot-Sihar bersama Erikson Gultom, ST (Sekretaris Umun) dan Drs. Linus Rumapea, M.Hum (Bendahara Umum) menyerukan kepada seluruh rakyat Sumut untuk ramai-ramai datang ke TPS pada 27 Juli 2018 nanti dan mencoblos pasangan nomor urut 2,  Drs. H. Djarot Saiful Hidayat dan Dr. Sihar Pangihutan Hamonangan Sitorus ini.

Tidak ada kata lain, jika kita mengharapkan Sumut bebas korupsi, pembangunannya berjalan pesat, serta masyarakatnya sejahtera, maka pilihannya hanya Djarot-Sihar. 

Bila pasangan Djarot-Sihar terpilih, maka rakyat Sumut punya harapan baru, di mana masyarakat akan terbebas dari segala penindasan dan intimidasi. Pemerintahan Djarot-Sihar nanti akan memfasilitasi masyarakat untuk bisa bangkit perekonomiannya. Juga roda pemerintahan akan terbebas urusan yang bertele-tele dan terbebas dari korupsi. Ini sejalan dengan tagline ‘duet maut’ ini yakni Semua Urusan Mudah dan Transparan.

Relawan Perjuangan Djarot Sihar terlahir dari hasil kesamaan pandangan dari beberapa teman yang memiliki konsep yang  sama dan pola pikir yang Rasional, memilki rasa kepedulian terhadap kemajuan Sumatera Utara. 

SUMUT harus memiliki pemimpin yang mampu melakukan percepatan pembangunan infrastruktur, pemerataan pembangunan antar-wilayah Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Utara, dalam rangka mewujudkan pertumbuhan ekonomi dan menarik minat investor melalui sinergitas antarwilayah. Seperti kita ketahui Pembangunan di Sumataera Utara terhambat disebabkan 2 periode Gubernur Sumatera Utara tersandung Korupsi.  

Dengan melihat Rekam Jejak dari Para Cagubsu dan Cawagubsu, bersama teman teman sepakat untung mendukung pasangaan Drs. H. Djarot Saiful Hidayat, MS dan Dr. Sihar Pangihutan Hamongan Sitorus Menuju Sumut 1 dan 2 dengan Membentuk Relawan Perjuangan Djarot Sihar.

Pasangan Ideal

Bagi Berlin dan rekan-rekan relawan lainnya, Djarot dan Sihar adalah sosok pasangan pemimpin yang ideal. Mereka mengusung visi yang memang telah lama dinanti-nanti oleh rakyat Sumut, yakni membawa perubahan bagi Sumut ke arah yang positif. 

Kini, pemimpin yang sama-sama kita rindukan telah hadir. Tinggal sekarang bagaimana masyarakat di Sumut mengimplementasikan kepercayaan dan kerinduannya itu pada 27 Juli nanti di masing-masing TPS dengan mencoblos Djarot-Sihar. 

Djarot-Sihar terus mendengungkan bahwa salah satu agenda utama mereka adalah reformasi birokrasi. Mereka (Djarot-Sihar, red) akan berupaya menciptakan pemerintahan yang bersih, transparan, efektif, terpercaya, melayani masyarakat, dan terutama bebas dari korupsi.

Kita  mengharapkan para pemilih di Sumut bisa lebih cerdas. Kita semua mengharapkan Sumut Bersih. Dan, saya yakin, itu akan terjadi bila Djarot-Sihar yang terpilih. Jangan sampai kita salah memilih pemimpin karena pertaruhannya berat. Minimal 5-10 tahun ke depan akan terjadi stagnasi pembangunan dan masyarakat akan semakin tersudut dalam balutan kemiskinan. 

Rekam Jejak 

Para relawan yang ia pimpin berasal dari berbagai latar belakang profesi, mulai dari akademisi, LSM, artis Kota Medan (Armed), penggerak wanita dan karyawan, putra-putri petani-nelayan, mahasiswa, pemilih pemula, wirausahawan, dan sebagainya. 

Kami terlahir dari pandangan dan konsep yang sama, pola pikir yang rasional, serta memiliki rasa kepedulian terhadap kemajuan Sumut. Bagi kami, Sumut harus memiliki pemimpin yang mampu melakukan percepatan pembangunan infrastruktur, pemerataan pembangunan antar-wilayah Kabupaten/Kota di Sumut, dalam rangka mewujudkan pertumbuhan ekonomi dan menarik minat investor melalui sinergitas antar-wilayah.

Sudah menjadi rahasia umum kalau pembangunan di Sumut terhambat lantaran dua periode Gubernur Sumut tersandung kasus korupsi. Karena itu, kami menilai, Sumut harusnya dipimpin oleh orang yang benar-benar bersih dan lurus. Setelah melalui berbagai diskusi, kami  bersepakat mendukung pasangan Djarot-Sihar. Ini dilatarbelakangi melihat Rekam Jejak dari keduanya yang terbilang bersih, mumpuni dan terpercaya. 

Kita ketahuin selama menjadi Wali Kota Blitar, Djarot dianugerahi penghargaan Adipura tiga kali berturut-turut (2006-2008) dan pada 3 Mei 2017, lantaran kemampuannya sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta yang mampu menyita perhatian dunia karena keberaniannya dalam melawan korupsi dan SARA, Djarot diganjar penghargaan Original Rekor Indonesia Award, sebuah penghargaan bergengsi bagi pemimpin daerah yang dinilai benar-benar bersih. 

Sementara itu Sihar dikenal sebagai sosok muda yang lurus. Selain pernah berkiprah di PT Freeport Indonesia, Sihar terakhir dipercaya sebagai Tenaga Ahli Kementerian Koordinator PMK yang dipimpin oleh Puan Maharani. Sihar juga masuk dalam tim ekonomi Pemerintahan Jokowi-JK. 

Dengan rekam jejak keduanya, tentu kita sudah tidak ragu lagi menjatuhkan pilihan kepada pasangan ini. Pengalaman Djarot melakukan reformasi birokrasi di Blitar dan Jakarta tentu sangat berguna untuk diterapkan di Sumut. Dengan begitu, maka anggaran daerah nantinya akan sepenuhnya digunakan untuk pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Edukasi Rakyat 

Sebagai relawan Djarot-Sihar, saya  dan rekan-rekan berjuang sampai dengan segala upaya untuk memenangkan pasangan nan serasi ini. Kami secara intens melakukan komunikasi dengan kawan-kawan yang berada di 33 kabupaten/kota di Sumut. 

Juga mendirikan posko relawan, memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bagaimana memilih calon Gubernur-Wakil Gubernur berdasarkan rekam jejak. Kami langsung turun ke daerah pemilihan dan mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk mendaftar sebagai peserta Pemilu. Kami menyarankan untuk tidak golput, karena itu akan merugikan diri sendiri.

Sebagai pimpinan relawan, dengan tegas ini menyatakan bahwa keanggotaan relawan yang dipimpinnya No SARA, No Money Politics, dan No Hoax. Santa disayangkan saat ini   mulai bermunculannya hoax di berbagai media sosial terhadap pasangan Djarot-Sihar. 

“Ya, ada upaya penggembosan melalui berita-berita hoax,” . Meski begitu, kita berkeyakinan berita-berita hoax tidak akan mempengaruhi kecintaan pemilih kepada pasangan Djarot-Sihar karena sesungguhnya pemilih di Sumut sudah melek informasi, dan tidak akan tergoyahkan karena masyarakat di SUMUT adalah Masyarakat yang kental dengan Adat Istiadat . 

Di akhirnya kata saya menghimbau “Mari kita segenap warga Sumut untuk mengembalikan kejayaan Sumut sebagai provinsi terdepan dan termaju di luar Pulau Jawa. “Sekarang saat yang tepat untuk memilih pemilih yang tepat. Jangan sia-siakan karena belum tentu kesempatan datang dua kali,”. (BS-Penulis-Ketua Umum Relawan Perjuangan DJAROT-SIHAR)
 

Hendak Melayat Alm PW Henrisna Simarmata, PW Cici Ernike Simarmata Tewas Kecelakaan di Purba Tongah

Written By Berita Simalungun on Wednesday, 21 February 2018 | 07:18

BeritaSimalungun-Ai ibotoh nasiam sandiri do torang, paboa songon panangko borngin do parroh ni Ari ni Tuhan in (1 Tesalonika 5:2) Totap hita satonggo mangidah haganup namasa on, paboa Tuhan Naibata do simada goluhta on.

Selamat Jalan Kak Cici (PW Cici Ernike Simarmata) yang telah menuju kehidupan kekal yang abadi selamanya. Sama-sama anak asrama dulu di Asrama GKPS Sondi Raya.

๐Ÿ˜ข๐Ÿ˜ข๐Ÿ˜ข Totap ma margogoh haganup Keluarga janah ibagas pangarapan na hubaNi Tuhan. GKPS Berduka Lagi ๐Ÿ˜ข๐Ÿ˜ข๐Ÿ˜ข PW. Henrisna Simarmata PW Cisi Ernike Simarmata Berpulang.

Dari informasi yang diperoleh PW  Henrisna Br Simarmata meninggal karena sakit. Sementara PW Cici Ernike Br Simarmata meninggal karena mengalami kecelakaan lalulintas di Purba Tongah jalan lintas Siantar-Saribudolok saat hendak melayat PW Henrisna Simarmata, Selasa (20/2/2018). 

Suaminya Marga Sipayung juga mengalami luka dan sempat tak sadarkan diri. Namun kini sudah sadar dan bisa berkomunikasi. PW Cici melayani di GKPS Sinasih. 
  
Tewas Dalam Kecelakaan Beruntun di Tiga Runggu

PW Cici Ernike Simarmata (26), warga Bandar Tongah, Nagori Negeri Dolok, Kecamatan Silau Kahean, Kabupaten Simalungun, meninggal Dunia dalam kecelakaan beruntun yang terjadi di jalan besar Tiga Runggu, Nagori Besar Purba Tongah Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Selasa (20/2/2018) sekitar pukul 08.15 pagi. 
 
PW Cici Ernike Simarmata (26), warga Bandar Tongah, Nagori Negeri Dolok, Kecamatan Silau Kahean, Kabupaten Simalungun, meninggal Dunia dalam kecelakaan beruntun yang terjadi di jalan besar Tiga Runggu, Nagori Besar Purba Tongah Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Selasa (20/2/2018) sekitar pukul 08.15 pagi. IST

Kecelakaan berawal, Mobil angkutan TT Sinar Sepadan Horas dengan Nomor Polisi BK 7636 TL yang dikemudikan Oleh Erianto Lubis yang datang dari arah Saribudolok selanjutnya Erianto Lubis menurunkan penumpangnya di TKP tepatnya dijalan besar Tigarunggu Nagori Purba Tongah Kecamatan Purba.

(Baca: Bivo GKPS Ini Juga Tewas Lakalantas)

Pada saat bersamaan posisi Sepeda Motor yang dikemudikan oleh Andi Pranata Sipayung berboncengan dengan istrinya bernama Cici Ernike Simarmata berjarak dekat dibelakang mobil angkutan TT Sinar Sepadan Horas Nomor Polisi BK 7636 TL selanjutnya pada saat bersamaan itu juga, dari arah yang sama Mobil Pick Up Hiline dengan Nomor Polisi BK 1919 XI melaju dengan kencang sehingga tidak dapat mengendalikan dan akhirnya menabrak Sepeda Motor yang dikemudikan oleh Korban. 

Sepeda Motor pun menyeruduk bagian belakang mobil angkutan TT Sinar Sepadan Horas yang menyebabkan Pengemudi sepeda Motor dan penumpang yang dibonceng terpental ke Aspal. 

Sementara Pengemudi Sepeda Jenis Honda Verza dengan Nomor Polisi BK 2071 TBH yang dikendarai oleh Andi Pranata Sipayung yang merupakan suami Cici Ernike Simarmata mengalami Luka sebagian kepala dan lengan serta kaki dan langsung dibawa ke Puskesmas terdekat untuk mendapat perawatan. 

Sang Sopir Mobil Pick Up BK 1919 XI jenis Hiline langsung melarikan diri pada saat kejadian. Berdasarkan identifikasi pihak kepolisian, mobil Pick Up Hiline merupakan milik Budimanson Sinaga (52) yang beralamat di Bandar Raya, Kelurahan Saribudolok, Kecamatan Silimakuta, Kabupaten Simalungun.

Untuk penyelidikan lebih lanjut pihak Polsek Tiga Runggu telah mengamankan barang bukti berupa Honda Verza, Mobil Angkutan Umum Sinar Sepadan Horas, serta Mobil Pick Up Jenis Hiline.(Lee-Berbagai Sumber)
PW Cici Ernike Br Simarmata.
KENANGAN: Andi Pranata Sipayung Suami dari istrinya PW Cici Ernike Br Simarmata.


Andi Pranata Sipayung Suami dari PW Cici Ernike Br Simarmata .

PSMS Kalahkan Persebaya Melalui Adu Penalti

Written By Berita Simalungun on Saturday, 3 February 2018 | 19:12

PSMS menang 4-3 atas Persebaya melalui babak adu penalti setelah kedua tim bermain imbang 3-3 di babak normal (ANTARA FOTO/Maulana Surya) Jakarta, CNN Indonesia 

BeritaSimalungun-PSMS Medan sukses lolos ke semifinal Piala Presiden 2018 setelah mengalahkan Persebaya Surabaya melalui adu penalti di Stadion Manahan, Sabtu (3/2/2018).

Perempat final pertama Piala Presiden 2018 antara Persebaya dan PSMS harus dilanjutkan ke babak adu penalti setelah kedua tim bermain imbang 3-3 dalam waktu normal.

Suhandi dan Oktavianus Fernando Cetak golDua penendang dari dua kesebelasan sukses cetak gol. Pemain PSMS Suhandai dan pemain Persebaya Oktavianus fernando sukses mencetak gol.


PSMS mendapat kesempatan pertama dalam adu penalti kali ini. Sayang, bek Reinaldo Lobo yang menjadi eksekutor gagak mencetak gol gol. Tendangan Lobo melambung di atas mistar gawang Miswar Saputra.

Di kubu lawan, kapten kedua, Misbakus Solikin justru sukses membawa Persebaya unggul 1-0 pada babak adu penalti kali ini. Kiper Abdul Rohim yang tampil cemerlang pada 90 menit pertandingan terkecoh dengan tembakan Miskabus yang mengarah ke kiri.
PSMS sukses memenangi pertandingan perempat final melawan Persebaya melalui adu penalti.PSMS sukses memenangi pertandingan perempat final melawan Persebaya melalui adu penalti. (ANTARA FOTO/Novrian Arbi)
Kapten PSMS, Legimin Raharjo tidak ingin membuat timnya gagak kali kedua pada babak tos-tosan. Tendangan Legimin tidak bisa dibaca dengan baik oleh Miswar. Skor pun menjadi imbang 1-1.

Bek Fendry Imbiri kembali membawa Persebaya unggul pada eksekusi kedua timnya. Tidak ingin semakin tertinggal, Wilfried Yessoh menyamakan kedudukan menjadi 2-2.

Babak adu penalti ini semakin seru dan panas ketika eksekutor ketiga Persebaya, Feri Pahabol gagal mencetak gol. Bajul Ijo tetap berada di atas angin ketika Frets Butuan gagal mencetak gol. Tendangan pencetak gol PSMS di babak kedua lalu itu bisa diantisipasi oleh Miswar.
Suporter Persebaya, Bonek tetap tertib usai pertandingan meskipun timnya kalah.Suporter Persebaya, Bonek tetap tertib usai pertandingan meskipun timnya kalah. (CNN Indonesia/Nova Arifianto)
Sayang, Persebaya tidak bisa memanfaatkan kondisi keunggulan mental setelah penendang terakhir, Otavio Dutra gagal membawa Green Force unggul. Tendangan Dutra ditepis Abdul Rohim.

Pada penendang berikutnya, baik Suhandi (PSMS) dan Oktavianus Fernando (Persebaya) sama-sama sukses melakukan eksekusi. Kedudukan pun berubah menjadi 3-3 untuk kedua tim.

PSMS yang sebelumnya tertinggal pada babak adu penalti ini justru unggul melalui Abdul Azis.

Skor pun tetap 4-3 untuk PSMS sekaligus memastikan Ayam Kinantan ke semifinal Piala Presiden 2018 menghadapi pemenangan antara Persija Jakarta dan Mitra Kukar.(BS)
 
Sumber: CNNIndonesia

Multi Etnis Berangkatkan (Paborhaton) JR Saragih Menuju Sumut 1

Written By Berita Simalungun on Wednesday, 31 January 2018 | 10:30


Jopinus Ramli Saragih dan istrinya bernama Erunita Tarigan dalam acara Paborhatan di Pematang Raya Simalungun. (Tribun Medan/Dedy Kurniawan)
BeritaSimalungun, Raya-Bupati Simalungun, JR Saragih yang juga merupakan Bakal Calon Gubernur Sumut tampak gagah mengenakan pakaian adat Simalungun di hadapan ribuan warga dari berbagai daerah yang datang ke Pematangraya untuk mengikuti upacara Adat Paborhaton jelang Pulgub Sumut, Sabtu (27/1/2018).

Semua perwakilan suku di Sumut turut hadir dalam acara itu. Begitu pula istri JR Saragih Erunita Tarigan, dan anaknya Efarina Margaretha Saragih.

“Hidup Pak JR, Hidup Semangat Baru Sumut,” teriak warga yang mengiringi langkah JR menuju lokasi pelaksanaan Paborhaton di Lapangan SMP Negeri 1 Simalungun.

Hadirin yang turut dalam acara terlihat mengenakan baju adat Jawa, Melayu, Toba, Karo, Mandailing, Pakphak dan Tionghoa.

Paborhaton adalah ritual adat Batak yang berarti pemberangkatan dengan berkat. Paborhaton ini dilakukan sebelum pemberangkatan Ketua DPD Partai Demokrat Sumatera Utara JR Saragih. Ia akan melakukan prosesi pemotongan satu kerbau dan tujuh Sapi.

“Kepala kerbau ini nantinya akan diberikan kepada Bapak JR sebagai tanda penghormatan bagi masyarakat atas kinerjanya dan agar bisa menggapai keinginannya, prosesi ini dinamakan Jambar,” ucap Sekjen DPP Partuha Maujana Simalungun Cak Paten Purba di Pematang Raya.

Diperkirakan lebih dari 5.000 warga hadir dalam acara adat Paborhaton (Pemberkatan) ini.

“Alangkah senangnya kita pada Bapak yang akan menjadi Gubernur Sumatera Utara, Semoga Allah merestui langkah. Subhanallah, Bismillahirrohmanirrohiim,” kata pemuka agama yang mewakili umat Islam di atas panggung Paborhaton di SMPN 1 Raya, Simalungun.

Selanjutnya, perwakilan tokoh adat juga memberikan restu dengan menabur beras ke arah kepala JR Saragih dan istrinya.

“Horas. Hidup Pak JR jadi Gubernur Sumatera Utara. Hidup Semangat Baru Sumut,” teriakan warga di depan panggung.

Ritual Paborhaton 

JR Saragih menyembeli satu kerbau persiapan acara Paborhaton, Jumat (26/1/2018). (Internet)
Bupati Simalungun, JR Saragih yang ikut dalam kontestasi Pilgub Sumut 2018, maju sebagai bakal calon Gubernur berpasangan dengan Ance Selian dari Partai Kebangkitan Bangsa.

Dijadwalkan, masyarakat akan melepas keduanya dengan ritual adat Paborhaton. Paborhaton adalah ritual adat Batak yang berarti pemberangkatan dengan berkat.

Paborhaton ini dilakukan sebelum pemberangkatan Ketua DPD Partai Demokrat Sumatera Utara JR Saragih. Ia akan melakukan prosesi pemotongan satu kerbau dan tujuh Sapi.

“Kepala kerbau ini nantinya akan diberikan kepada Bapak JR sebagai tanda penghormatan bagi masyarakat atas kinerjanya dan agar bisa menggapai keinginannya, prosesi ini dinamakan Jambar,” ucap Sekjen DPP Partuha Maujana Simalungun Cak Paten Purba di Pematang Raya, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Jumat (26/1/2018).

Dijelaskan Cak Paten Purba bahwa pemotongan satu kerbau merupakan simbol kekuatan bagi masyarakat Sumatera Utara. Dalam prosesi ini diberikan sebuah kain sarun yang akan dilaksanakan sebelum matahari sempurna berada di puncak.

“Prosesi pemberangkatan ini dilakukan pada pukul 09.00 hingga pukul 12.00 WIB atau pada saat sebelum matahari berada di puncaknya. Bagi masyarakat Sumatera Utara, prosesi ini menyimbolkan adanya tahapan menuju cita-cita yang diinginkan,” jelasnya Cak Paten Purba.

Ketua Panitia Parborhaton, John Sabiden Purba menyampaikan bahwa prosesi menghantarkan JR Saragih dan Ance juga akan dihadirkan seluruh etnis yang ada di Sumatera Utara mulai dari Pakphak, Toba, Karo, Mandailing, Jawa, Melayu serta Tionghoa.

Sebelum menuju lokasi, maka JR Saragih akan diberikan pakaian adat yang terdiri dari topi, baju, pedang yang memiliki arti pemimpin tertinggi di Simalungun yang akan berjuang menuju arah yang lebih tinggi dengan harapan bisa meraih kemenangan.

“Bapak JR dan Ance akan berjalan kaki menuju lokasi acara kemudian disambut tarian tor-tor Dihar yang selanjutnya akan diberikan kain ulos Hiou Pamotting,” urainya.

Kemudian, setelah berada di lokasi maka JR Saragih dan Ance akan dipanggil oleh tokoh adat serta rohaniawan, selanjutnya diberikan makanan khas berupa ayam di binatur yang ditaruh di atas pinggan (piring) besar serta nitak berupa beras yang ditumbuk yang di dalamnya ada bumbu-bumbu rempah tradisional. Makanan ini nantinya diberikan oleh masyarakat.

“Dayok "Binatur" merupakan tradisi khas Simalungun yang mempunyai arti agar hidupnya teratur, bisa mencapai cita-cita yang diinginkan serta diberikan kekuatan dalam menjalankan hidup,” tuturnya. (BS)

Durhakalah Mereka yang Menyeret Saulina Br Sitorus (92 Tahun) Asal Balige Ke Penjara

Nenek Saulina Br Sitorus (92 Tahun) Perintahkan Anak Tebang Pohon Durian 
Saulina Br Sitorus (92) dibantu cucunya mendatangi PN Negeri Balige, Senin (29/1/2018). (Hetanews/Julina Martha Hutapea)
BeritaSimalungun-Hukum memang panglima tertinggi di Negeri ini. Hukum memang tak memandang usia. Hukum memang tak memandang status sosial. Namun mereka penegak Hukum setidaknya memiliki hati Nurani. Hukum setidaknya memiliki aspek keadilan dan aspek kemanusiaan. Namun apa yang terjadi di Pengadilan Negeri (PN) Balige, Sumatera Utara sungguh peristiwa yang luar biasa, khususnya bagi Orang Batak.

Tampaknya "Patik Palimahon" Hukum Taurat Ke 5 (Hormatilah Orang Tuamu) sudah diabaikan oleh nurani penegak hukum hingga tega menyeret Nenek renta ini ke Penjara. Hormat kepada orang tua mencakup pemeliharaan terhadap mereka pada saat mereka sudah tua tidak bisa bekerja.

Mat 15:4-6 - “(4) Sebab Allah berfirman: Hormatilah ayahmu dan ibumu; dan lagi: Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya pasti dihukum mati. (5) Tetapi kamu berkata: Barangsiapa berkata kepada bapanya atau kepada ibunya: Apa yang ada padaku yang dapat digunakan untuk pemeliharaanmu, sudah digunakan untuk persembahan kepada Allah.

Adalah Ompung (Nenek) Saulina Br Sitorus (92). Perempuan renta ini menangis tersedu-sedu saat sidang pembacaan vonis kasus pidana di Pengadilan Negeri Balige, Tobasamosir, Senin (29/1/2018) lalu.

Saulina diseret ke hadapan hukum karena diduga ikut andil dalam penebangan pohon yang dilaporkan oleh saudaranya sendiri, Japaya Sitorus (70). Ia divonis tahanan 1 bulan 14 hari gara-gara menebang pohon durian untuk membangun tugu makam leluhur.

Perempuan tua yang akrab dipanggil, Oppu Linda ini, dituduh menebang pohon durian milik Japaya Sitorus berdiameter lima inci di Dusun Panamean, Desa Sampuara Kecamatan Uluan Toba Samosir ketika hendak membangun makam leluhurnya.

Majelis hakim yang dipimpin oleh Marshal Tarigan membacakan pertimbangan-pertimbangan dan segera memasuki bagian putusan. Kasus ini menyedot perhatian masyarakat luas karena harus menyeret perempuan uzur itu ke ranah hukum.

Enam anaknya juga terseret kasus ini dan Selasa (23/1/2018) telah divonis majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Balige dengan hukuman penjara 4 bulan 10 jari dipotong masa tahanan.

Ke-enam tervonis itu adalah Marbun Naiborhu (46), Bilson Naiborhu (60), Hotler Naiborhu (52), Luster Naiborhu (62), Maston Naiborhu (47) dan Jisman Naiborhu (45), masih harus menjalani sisa masa tahanan beberapa hari lagi. Namun mereka harus pasrah menerima sidang putusan Saulina Br Sitorus (92) yang akan digelar Senin, 29 Januari 2018.

Saulina Br Sitorus yang harus menggunakan tongkat kana berjalan ini selalu menekankan jika dia dan anak-anaknya pernah minta maaf kepada penggugat yang masih terbilang saudaranya, Japaya Sitorus (70).

Upaya damai tidak tercapai karena menurut pihak tergugat tidak sanggup menuruti nominal yang diminta Japaya. Dan mereka sudah dilaporkan ke polisi. Menurut mereka, Japaya Sitorus meminta uang ratusan juta sebagai syarat berdamai karena kesal dan juga menghitung segala kerugian yang diakibatkan penebangan pohon tersebut.

Saulina mengaku, dirinya sudah mendapatkan izin dari empunya tanah wakaf tersebut. Dan kini dia hanya menginginkan anak-anaknya pulang dan kembali melanjutkan hidup bersama keluarganya masing-masing.

Sejak awal Saulina sudah rela menawarkan dirinya dipenjara. Karena dialah yang menyuruh anak-anaknya membebaskan tanaman-tanaman yang sekiranya dianggap mengganggu pembangunan tambak atau (makam leluhur mereka). 

Sidang Nenek 92 Tahun

Rintihan Nenek 92 tahun saat divonis mengundang simpatik warga. “Jangan sidang lagi pak Hakim, aku sudah tua, capek aku,” ujar Saulina lirih.

Nenek Saulina Br Sitorus alias Ompu Linda (92) tahun menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri Balige, Toba Samosir, Sumatera Utara, Senin (29/1/2018). Ia divonis tahanan 1 bulan 14 hari gara-gara menebang pohon durian untuk membangun tugu makam leluhur. 

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Balige, Kabupaten Toba Samosir, Sumater Utara menjatuhi hukuman penjara 1 bulan 14 hari kepada Saulina Br Sitorus. Ia j anda dari Boigodang Naiborhu.

“Menurut kami, terdakwa harus menjalani hukuman satu bulan empat belas hari," ujar Marsahal lalu mengetuk palu sidang, Senin (29/1/2018).

Kemudian hakim menanyakan Saulina terkait putusan yang baru saja dibacakan. “Apakah ada yang ditanyakan terkait putusan tersebut," tanya Hakim kepada Saulina. Hakim menjatuhkan vonis 1 bulan 14 hari untuk Nenek Saulina.
Adalah Ompung (Nenek) Saulina Br Sitorus alias Ompu Linda (92). Perempuan renta ini menangis tersedu-sedu saat sidang pembacaan vonis kasus pidana di Pengadilan Negeri Balige, Tobasamosir, Senin (29/1/2018) lalu.

Berikut beberapa fakta tentang persidangan Saulina.
1) LAHIR 19 TAHUN SEBELUM INDONESIA MERDEKA

Saulina alias Ompung Linda tampak bingung, dan menatap hakim dengan air mata dimukanya yang kuyu. Ia merintih, dan menjawab dalam bahasa Batak Toba “Unang be sai sidang be ahu bapak. Nungnga matua ahu, nungga loja ahu dihatuaon hu on”('Janganlah sidang lagi saya bapak. Saya sudah lelah di hari tuaku ini)".

Ia sembari mengangguk kearah hakim. Selanjutnya, menggunakan tongkat kayu bambu, Ompung Linda dipapah cucunya Helfina Rumapea ke luar Ruang Sidang.

Saulina kelahiran Oktober 1926. Ia lahir 19 tahun sebelum Indonesia merdeka.  Di masa senjanya, nenek ini masih aktif bertenun kais khas Batak, di kampungnya.

2) TIDAK FASIH BERBAHASA INDONESIA

Usianya sudah uzur, fisik sudah semakin melemah dan tulang hanya dibalut dagingnya yang tipis berkerut. Dia hanya berharap bebas. Sebagai nenek yang lahir, jauh hari sebelum Indonesia merdeka, wajar Saulina tidak bergitu fasih berbasa Indonesia.

Usai vonis, kepada wartawam Nenek Saulina mengaku tidak terlalu mengerti tentang apa yang dimaksudkan hakim kepadanya. Namun dengan berbahasa Batak, yang diterjemahkan Boy pengacaranya dia menyampaikan agar tidak disidang lagi dengan berbagai pertimbangan.

"Unang sai disidang be ahu. Nungga loja ahu, dang boi be ahu mardalani. Nungga mattua ahu." (Saya sudah tua, janganlah aku disidang-sidang lagi. Tak sanggup lagi karena sudah lelah di hari tuaku ini)," sebutnya dengan suara bergetar.

Nenek Saulina Br Sitorus mengaku lelah setiap kali menjalani persidangan. Apalagi harus menyeberangi Danau Toba dengan kapal kayu yang dia tumpangi memakan waktu kurang lebih dua jam. Belum lagi bila sidang dimulai sore hari dan bisa berakhir pukul 9 malam seperti hari-hari sebelumnya. Artinya, Nenek Saulina harus kedinginan malam harinya menahan hempasan angin danau tiap kali pulang ke rumahnya di Desa Panamean.

3) PENGACARA AJUKAN BANDING

Menyikapi putusan tersebut, penasihat hukum, Boy Raja Marpaung mengatakan akan pikir-pikir. Namun, usai persidangan mereka sepakat menyatakan banding.

“Kami akan menyatakan banding, karena sebelumnya Oppu Linda telah mendapatkan izin dari ahli waris lahan tersebut, yakni Kardi Sitorus," ujar Boy.

Kata Boy, dalam waktu dekat akan mengajukan memori banding di Pengadilan Tinggi Medan. Namun, keputusan tersebut kembali ke keluaraga Saulina, sebagaimana yang dilakukan anak-anaknya.

Cucu Ompu Linda, Helfina Rumapea mengaku tidak terima atas putusan hakim. Menurutnya, mereka berani membersihkan lahan tersebut dikarenakan memang telah mendapat restu dari Kardi Sitorus. Sehingga mereka berniat membangun Tambak/Tugu di tanah leluhur mereka.

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Erthy Simbolon tidak mau berkomentar ketika diwawancarai soal tuntutannya sebelumnya, dia tidak menjawab. Erthy Simbolon hanya bergegas keluar dari Ruang Sidang.

Terkait alasannya menahan para terdakwa setelah kasus dilimpahkan ke Kejaksaan oleh kepolisian dia juga tak menjawab. Erthy terburu-buru menuju ke luar ruangan menghindari wartawan.

5) GARA-GARA MENEBANG POHON DURIAN

Saulina Br Sitorus digugat Japaya Sitorus warga sekampungnya, sesama warga Dusun Panamean, Desa Sampuara Kecamatan Uluan, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara. Saulina dan Japaya masih terbilang saudara, sesama keturunan bermarga Sitorus. Japaya menggugat Saulina bersama enam orang lainnya.

Keenam orang itu adalah, yakni Marbun Naiborhu (46 tahun), putra kandung Saulina. Kemudian lima lagi adalah ponakan, yakni anak dari abang dan adik suaminya. Mereka adalah Maston Naiborhu (46), Jesman Naiborhu (45), Luster Niborhu (62), Bilson Naiborhu (59), Hotler Naiborhu 52). Dalam adat Tapanuli, ponakan semarga, disamakan dan disapa sengan sebuatan anak.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Balige, menyatakan keenam terdakwa bersama mengganjar hukuman penjara 4 bulan 10 hari dipotong masa tahanan, pada sidang putusan, Selasa (23/1). Mereka lebih dahulu menerima vonis sebelum Saulina.

6) MEMBANGUN TUGU MAKAM LELUHUR

Persoalannya bermula dari niat Sauline Br Sitorus dan keluarga besar bermarga Naiborhu membangun makam atau tugu leluhur dari suami dan leluhur, Naiborhu. Namun Japaya merasa dirugikan, karena Saulina dan anak/pnakan menebang pohon durian di atas tanah dijadikan tempat membangun tugu atau makam.

Tugu bagi orang Tapanuli dijadikan tempat pemindahan tulang-belulang atau kerangka nenek-moyang atau keluarga yang telah lama meninggal. Tulang-belulang biasanya digali dari kubur di tanah, lalu dipindahkan ke dalam tugu yang terbuat dari beton.

Japaya Sitorus tidak hadir pada sidang putusan kasus yang menyeret Ompu Linda, Senin (29/1/2018). Saat dikonfirmasi Japaya bersikeras, dia menggugat gara-gara para terdakwa menebang pohon durian miliknya yang teretak di pekuburan.

“Pohon durian itu milikku, telah berumur 10 tahun. Pohon durian tersebut ditebang oleh Marbun Naiborhu, kemudian diangkat ke pinggir tambak (tugu) agar tidak mengenai semen bangunan Boigodang Naiborhu yang sedang dibangun," kata Japaya kepada wartawan Tribun Medan, Senin (29/1/2018) malam. Ukuran pohon durian itu diperkirakan berdiameter sekitar 5 inci.

7) PENGGUGAT BERDALIH RUGI RATUSAN JUTA

Japaya merasa rugi senilai ratusan juta, karena di lahan yang dibangun tugu, sebelum terdapat pohon durian, belakangan ditebangi keluarga Saulina. Sedangkan Saulina mengaku sudah mendapatkan izin dari empunya tanah wakaf untuk dijadikan tempat membangun tugu. Lalu melaporkan Saulina dan terdakwa lainnya pada 1 Maret 2017 lalu ke Polsek Lumban Julu, Tobasa.

Dalam laporan Japaya, mereka disebut-sebut merusak pohon durian di dekat areal pemakaman. Sesuai laporan Japaya, durian tersebut adalah miliknya, meski kuburan yang tengah dibangun menjadi tugu atau tambak itu juga tidak lain adalah leluhur Saulina Sitorus.
Saulina dan kawan-kawan disangkakan tentang perusakan yang dijerat pasal 170 ayat 1 KUHP subsider 406 ayat 1 KUHPidana Jo Pasal 55 Ayat 1 ke 1e KUHPidana.

Wartawan Harian Tribun Medan/onlin Tribun-Medan.com, telah mengikuti persidangan Saulina dan kawan-kawan sejak Rabu (20/12/2017). Mereka telah menunggu sejak pukul 11.00 WIB. Namun baru sore hari, sidang dimulai.

Saat itu, bangku panjang Ruang Sidang Pengadilan Negeri (PN) Balige dipenuhi kerabat sekampung dan keluarga Saulina Sitorus pada pembacaan keterangan saksi meringankan (A De Charge). Sementara para terdakwa digiring menuju ruang sidang mengenakan rompi tahanan berwarna oranye. Saulina dan enam terdakwa didampingi penasihat hukumnya, Natalia Hutajulu SH dan Boy Raja P Marpaung SH.

Saat itu, Saulina tampak membisu. Raut wajahnya sedih penuh harap pada hakim PN Balige. Nenek yang akrab disapa Ompu Linda, duduk di samping Boy Raja.

Saulina tidak bisa lagi duduk tegak di kursinya, beruntung saat ini dia tidak perlu ikut mendekam di tahanan bersama anak dan keluarganya tersebut. Sementara ke-6 terdakwa lainnya sudah ditahan sejak 19 September 2017. Setelah divonis 4 bulan 10 hari,dalam waktu dekat, mereka akan segera bebas dari tahanan.

8) MENDAPAT IZIN PEMBERI WAKAF

Kardi Sitorus, sebagai saksi dalam kasus ini, mengatakan tanah pekuburan tersebut sudah mereka berikan digunakan untuk tanah wakaf sesuai mandat ayahnya. Sehingga, ketika para terdakwa datang hendak membersihkan kuburan untuk membangun tugu/tambak sebelumnya sudah meminta izin kepadanya. Atas restunya, para terdakwa pun mulai membersihkan termasuk menebang pohon durian.

“Jadi mereka ini (terdakwa) datang ke saya. Dan saya izinkan. Buat saja, silakan. kau bisa buat tambak di sana. Lalu setelah selesai, saya didatangi lagi dan mereka lapor bahwa di sana ada tanaman durian. Lalu saya bilang, bersihkan saja kalau di sana ada durian," kata Kardi.

Penebangan pohon durian ini menjadi muasal perkara. Namun, Kardi mengaku tidak tinggal diam. Setelah mengetahui persoalan tersebut, dia berinisiatif memediasi agar kedua belah pihak berdamai. Menurutnya, polisi turut mendamaikan, namun tak berhasil.

Upaya perdamaian yang dilakukan sudah dua kali. Dan orangtua di desa pun pernah mendamaikan apalagi pihak terdakwa katanya menunjukkan itikad baik.

“Setelah persoalan ini saya ketahui, saya suruh anak saya mendatangi si Japaya. Lalu polisi pun mendamaikan, tapi si Japaya tidak mau," ucap Kardi menjawab pertanyaan hakim.

Sesuai keterangan saksi, penasihat jukum para terdakwa, Boy Raja memastikan butuh pemeriksaan hukum yang objektif terkait kepemilikan pohon-pohon yang diklaim sebagi milik Japaya.

“Artinya harus ada pembuktian yang objektif atas kepemilikan itu. Karena untuk pembuktian itu dilakukan atas keterangan saksi yang tidak lain adalah anak dan istri Japaya saja. Sementara harus ada alat bukti yang menunjukkan bahwasanya itu adalah sah milik Japaya," kata Boy.

Menurut Boy, lahan tersebut bukan milik Japaya maupun milik gereja. Sebab, bila memang benar itu adalah lahan gereja pihak gereja, pasti keberatan ketika tugu/tambak dibangun di sana. Tanah tersebut sudah dihibahkan menjadi tanah wakaf bagi warga Panamean oleh Kardi dan tidak diizinkan sebagai lahan berladang atau bercocok tanam di areal itu.(BS)




MIRACLE "TINUKTUK" SAMBAL REMPAH KHAS SIMALUNGUN

MIRACLE "TINUKTUK" SAMBAL REMPAH KHAS SIMALUNGUN
PESAN: MIRACLE'TINUKTUK WA: 081269275555

Catatan Paska Konser Jhon Eliaman Saragih

Catatan Paska Konser Jhon Eliaman Saragih
TMII Jakarta Sabtu 4 November 2017.KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Berita Lainnya

.

.
.

RUANG IKLAN

RUANG IKLAN
Kirim Bahan IKLAN Ke Email: beritasimalungun@gmail.com
 
Support : Redaksi | KONTAK KAMI | PT PARNA KARSA
Copyright © 2011. BeritaSimalungunCom - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Admin Simalungun
Proudly powered by BERITASIMALUNGUN