Berita Terkini

Sukses Pagelaran Budaya Simalungun di Taman Mini

Sukses Pagelaran Budaya Simalungun di Taman Mini
Jakarta, 21 April 2018.KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya
INDEKS BERITA

AKBP Ganda MH Saragih Jabat Kapolres Tapteng

Written By Berita Simalungun on Saturday, 17 November 2018 | 08:59

Beritasimalungun-AKBP Ganda MH Saragih, resmi menjadi Kapolres di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), setelah dilantik Kapolda Sumut, Irjen Agus Andrianto, Jumat (16/11/2018) di Mapolda Sumatera Utara. 

Mantan Kapolres Pakpak Barat ini, dilantik dalam upacara serah terima jabatan enam Pejabat Utama (PJU) Polda Sumut serta Tujuh Kapolres. 

Sebelumnya, AKBP Ganda MH Saragih masuk dalam mutasi terhadap 495 perwira tinggi (pati) dan perwira menengah (pamen) di lingkungan Polri yang di mutasi Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian sesuai Surat Telegram Kapolda Nomor ST/2593-2598/X/KEP/2018 yang dikeluarkan 14 Oktober 2018 lalu. 

Sedangkan AKBP Hari Setyo Budi diangkat dalam jabatan baru sebagai Kabagdalpers Ro SDM Polda Sumut. 

“Ini merupakan angin segar baru. Mereka segera akan melakukan orientasi wilayah. Mudah-mudahan mereka bisa langsung bekerja,” kata Agus didamping Kabid Humas Polda Sumut Kombes Tatan Dirsan Atmaja.(BTC)

Sukses Patunggung Simalungun Night di Toba Dream Family Cafe

Kegiatan Seni Budaya Adat Simalungun yang diprakarsai "Patunggung Simalungun" di Jakarta sukses melaksanaan pertunjukan musikal "Martondor" di Toba Dream Family Cafe, Jakarta, Jumat (16/11/2018) malam.
Jakarta, BS-Kegiatan Seni Budaya Adat Simalungun yang diprakarsai "Patunggung Simalungun" di Jakarta sukses melaksanaan pertunjukan musikal "Martondor" di Toba Dream Family Cafe, Jakarta, Jumat (16/11/2018) malam. 
Awal Juni Damanik, Sehat Damanik dan Wagner Damanik ikut jadi saksi pertunjukan Seniman Simalungun "Patunggung Simalungun Night". Berikut ini foto yang dikutip dari FB Awal Damanik dan Kornelis Dahotman Damanik suksesnya acara tersebut.(*)


 














Diperum Nainggolan Sekeluarga Dalam Kenangan Dukacita

Written By Berita Simalungun on Friday, 16 November 2018 | 08:32

Pelaku Pembunuhan “Anak Namboru”?
Foto-Foto Dari FB(Alm) Maya Ambarita.
Beritasimalungun-Kematian itu adalah ajal semua umat manusia. Namun kematian yang tidak wajar, merupakan misteri kehidupan manusia. Pada Selasa dini hari, tepatnya 13 November 2018 Pukul 06.30 WIB, kediaman Diperum Nainggolan (38) di Jalan Bojong Nangka 2 RT 002 RW 07 Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat, mendadak mencekam. Diparum Nainggolan, istrinya Maya Boru Ambarita dan kedua anaknya Sarah Boru Nainggolan (9) dan Arya Nainggolan (7) ditemukan tak bernyawa. 

Masyarakat Kota Bekasi, Jawa Barat pun gempar. Bahkan masyarakat Indonesiapun gempar dibuatnya. Pembunuhan satu keluarga ini dalam dua hari jadi misteri. Aparat kepolisianpun harus bekerja keras untuk menelusuri jejak-jejak pelaku pembunuhan sadis ini. 

Airmata tangisan keluarga dari keluarga korbanpun terus berderai. Mereka tak kuasa melihat sosoj jenazah ke empat korban yang terbujur kaku. Meninggalnya tak wajar, karena dilakukan pelaku secara sadis. 

Saat ditemukan tak bernyawa, Diperum Nainggolan dan Maya diduga tewas digorok. Sedangkan dua buah hatinya diduga dibekap dan dicekik oleh pembunuh sadis itu. 

Polisipun mengumpulkan saksi-saksi untuk dimintai keterangan. Setidaknya polisi memintai keterangan dari 12 saksi. 

Berdasarkan data yang dirilis Polisi, saksi-saksi yang dimintai keterangan yakni 1. dr. FEBY LOFA RUKIANI, Sibolga, 12 Feb 1983, islam, dokter, Jalan  Harun No. 4 Rt. 003/010 Kelurahan Jatirahayu. 2. ARIS SUSANTO, Lebak 11 April 1983, Islam, Karyawan Swasta, Kampung Pedurenan No. 69 Rt. 001/06 Kel. Duren Jaya Kecamatan Bekasi Timur. 3. SULISTIYANTI, Sleman 08 Juli 1972, Islam, Mengurus Rumah Tangga, Jalan Bojong Nangka 1 No. 58 Rt. 002/07 Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati.

Kesaksian mereka, pada Pukul 03.30 WIB Selasa (13/11/2018), Saksi 1 (Feby Lofa) melihat gerbang kontrakan sudah terbuka dan televisi di ruang korban menyala. Namun saat saksi memanggil korban dari luar rumah namun tidak ada jawaban. Sempat menelepon tapi tidak diangkat. Kemudian saksi 1 ke kembali ke kontrakan.

Dan pada pagi hari saksi Feby Lofa hendak berangkat kerja sekitar Pukul 06.30 WIB. Korban belum bangun akhirnya Feby Lofa curiga dan penasaran akhirnya membuka jendela. Kemudian saksi lihat keruangan korban melalui jendela dan melihat korban sudah tergeletak dan terlihat darah. 

Kemudian Feby Lofa memanggil saksi 2 (Aris Susanto) dan saksi 3 (Sulistiyanti) kemudian saksi untuk melihat jendela bersama-sama lalu melaporkan hal tersebut kepada Ketua RT dan Polsek Pondok Gede.

Polisi selanjutnya melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pembunuhan sadis di Bekasi. Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Indarto menyebut tidak ada barang yang hilang. "Sementara ini kita kecenderungannya bukan ekonomi," kata Indarto secara terpisah.

Polisipun melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pembunuhan satu keluarga di Bekasi. Polisi mengamankan benda-benda yang diduga dipegang pelaku.

"Saat mendapat laporan, rekan-rekan di wilayah bersama Subdit Jatanras Polda Metro langsung mensterilkan lokasi kemudian melakukan olah TKP. Hasil olah TKP-nya belum, tetapi diamankan barang-barang yang diduga dipegang pelaku," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo kepada detikcom, Selasa (13/11/2018).

Dedi menjelaskan Tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) akan memeriksa benda-benda tersebut. Namun Dedi tidak menyebutkan benda-benda yang dimaksud.

"Nantinya itu (benda-benda yang diduga dipegang pelaku) akan diperiksa Inafis. Saya tidak bisa sebutkan apa-apa saja," ujar Dedi.
Sementara itu, jenazah para korban telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati pada pukul 11.00 WIB. "Pukul 11.00 WIB dibawa ke RS Polri Kramat Jati," kata Staf Humas Polresta Bekasi Ipda Joko Pris di lokasi.

Ahli Psikologi Forensik dan Dosen PTIK, Reza Indragiri, mengatakan pelaku pembunuhan satu keluarga di Kota Bekasi miliki emosi yang sangat dahsyat. Pelaku menghabisi para korban dengan cara cukup sadis dengan menyayat leher dan menghabisi anaknya dengan cara membekap mulut.

Ahli Psikologi Forensik dan Dosen PTIK, Reza Indragiri, mengatakan pelaku pembunuhan satu keluarga di Kota Bekasi miliki emosi yang sangat dahsyat. Hal ini dilihat dari cara pelaku menghabisi para korban dengan cara cukup sadis dengan menyayat leher dan menghabisi anaknya dengan cara membekap mulut.

"Diduga motif emosional, tapi menariknya, dari empat orang korban tersebut, bisa kita pilah, berdasarkan cara pelaku menghabisi nyawa mereka. Dua orang korban orang dewasa dibacok di daerah leher, dan dua orang lainnya dibekap. Ternyata pelaku emosinya sangat dahsyat. Kita tarik kesimpulan, dalam situasi pelaku ini memiliki kendali emosi yang baik, memiliki kendali diri yang cukup matang. Sehingga bisa memilih (cara menghabisi) korban seperti apa akan dia habisi," kata Reza, Selasa (13/11/2018) malam.

Dimakamkan di Samosir

Pada Rabu (14/11/2018), sekitar pukul 08.25 WIB, peti jenazah yang semula sudah ditutup kembali dibuka untuk dilihat keluarga dari pihak perempuan dan kerabat korban yang datang ke Rumah Duka Gereja Oikumene Lahai Roi, Pasar Rebo, Cijantung, Jakarta Timur.

Keluarga dan kerabat mengelilingi keempat peti jenazah. Salah seorang keluarga dari pihak perempuan, Krisman Damanik, menjelaskan setelah ini akan dilanjutkan dengan ibadah dan acara adat. "Setelah ini, pukul 09.00 WIB ada acara adat terlebih dahulu," kata Damanik.

Kemudian, 4 jenazah keluarga Diperum Nainggolan  diterbangkan dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Bandara Kualanamu. Jenazah keluarga Diperum akan dimakamkan di Samosir. “Pukul 12.00 WIB  diterbangkan dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Bandara Kualanamu," jelas Damanik.

Bupati Samosir Rapidin Simbolon atas nama Pemerintahan Kabupaten Samosir dan masyarakat Samosir berduka "Pembunuhan satu keluarga di Bekasi". Bupati Samosir Rapidin Simbolon Kamis Pagi (15/11/2018)menyambut  jenajah korban di kampung halamannya Hariara Tolu, Desa Parsaoran I, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir.

Bupati Samosir Rapidin Simbolon dalam penyampaian ucapan duka menyampikan Turut Berduka Cita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. 

“Kita memohon agar kepolisian bisa menemukan pelakunya dan diberikan hukuman yang setimpal dengan perilaku yang sangat sadis ini. Semoga arwah para korban pembunuhan diterima disisiNya,” ujarnya.

Pelaku MH Ditangkap

Mobil Nissan X-trail B 1075 UOC yang hilang dari rumah korban pembunuhan di Bekasi akhirnya ditemukan di sebuah kontrakan di kawasan Cikarang dan kemudian diamankan di Mapolrestro Bekasi Kota, Kamis (15/11/2018). 

Tim gabungan Polda Metro Jaya dan Polres Metro Bekasi, membekuk HS, terduga pelaku pembunuhan sadis satu keluarga, di Jalan Bojong Nangka RT 02 RW 07 Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondokmelati, Kota Bekasi.

Foto diduga berinisial HS (Haris Simamora) kini sudah beredar ramai disosial media dan group WA. Ada yang menuliskan pelakunya bernama Fergison Simamora. Ada juga yang menuliskan haris Simamora. Jumat, (16/11/2018) pagi, Polisi sudah menetapkan HS sebagai tersangka.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, kronologi penangkapan terduga pelaku HS bermula ketika tim gabungan Subdit Jatanras dan Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya serta Reskrim Polres Metro Bekasi, menemukan mobil Nissan X-Trail Nissan X-Trail B 1075 UOQ, milik kakak korban Diperum Nainggolan (38), di sebuah rumah indekos, di kawasan Cikarang.

"Kami mengidentifikasi, kami melihat siapa yang membawa mobil tersebut, kami mendapatkan itu ternyata dibawa saudara juga berinisial HS," ujar Argo, Kamis (15/11/2018).

Dikatakan, penyidik kemudian melakukan pendalam dan mencari keberadaan HS, karena ternyata tidak berada di tempat indekos itu. "Kemudian kami cari, kami lidik keberadaan HS ada di mana. Kami dapat info dari masyarakat, ternyata HS ini dia ada di Garut," ungkapnya.

Sejurus kemudian, tim gabungan berangkat menuju Garut, Jawa Barat. Tak butuh waktu lama, penyidik menemukan HS berada di sebuah kaki Gunung Guntur, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

"Di sana dia berada di saung atau rumah, akhirnya kami mendapatkan yang bersangkutan ada di sana. Katanya akan mendaki gunung. Setelah kami geledah tasnya, kami menemukan kunci mobil merek Nissan, HP, dan uang sekitar Rp 4 juta. Akhirnya yang bersangkutan dibawa ke Jakarta untuk diinterogasi," katanya.

Argo menuturkan, penyidik masih mendalami dugaan keterkaitan HS dengan kasus pembunuhan sadis itu, melalui scientific investigation -pemeriksaan laboratorium-. Sebab, HS tidak mengakui perbuatannya.

"Yang bersangkutan masih mengelak, artinya bahwa dia (mengaku) tidak melakukan apa-apa. Tapi ini penyidik yang akan dalami. Nanti kami cek hasil Labfor," tegasnya.

Menurutnya, penyidik dan tim Inafis Polda Metro Jaya tadi pagi sudah melakukan olah tempat kejadian perkara di mobil Nissan X-Trail. Pada saat pemeriksaan penyidik menemukan dua handphone korban yang ada bercak darahnya.

"Tadi pagi kami sudah melakukan olah TKP di mobil, ternyata kita temukan HP korban dua buah ada di situ, ada darahnya di HP tersebut di-swap, artinya kita ambil untuk Labfor. Kemudian, di gagang pintu kanan juga ada darah di sana, itu juga kita ambil. Kemudian di karpet bawah sopir juga ada darah, kita ambil juga. Lalu di pedal gas ada darah, itu juga kita ambil semuanya. Kemudian juga ada di seatbelt ada darah, juga kita ambil," jelasnya.
Argo melanjutkan, penyidik juga sudah mengambil kuku dari terduga pelaku HS untuk diperiksa di laboratorium. 

"Pada kuku ada noda hitam, diambil itu untuk Labfor akan dicek apa itu darah atau bukan. Selain itu juga, HS ini ada luka di jari telunjuk tangan. Yang bersangkutan pada jam 05.00 pagi, (sempat) berobat ke klinik di dekat kos-kosannya di sana, di Cikarang, sekitar 500 meter dari kos untuk obati jari. Ditanya perawat, mengaku ke perawat jatuh," katanya.

Ia menambahkan, penyidik juga menemukan celana hitam panjang bernoda darah ketika menggeledah kamar indekos HS.

"Ini semua sudah kita ambil darahnya sebagai sampel dan akan kita cocokkan. Nanti labfor menggunakan pemeriksaan ilmiah. Kita tunggu hasil Labfor darah yang di mobil, darah yang ada di tempat kos dan darah yang ada di TKP, apakah ada kesamaan atau tidak," tandasnya.

Motif Pembunuhan

Motif pembunuhan polisi belum memberikan keterangan resmi kepada media. Namun dari tulisan yang sudah  menyebar di sosial media dan group media sosial, motifnya ceritanya saat kontrakan milik Doglas Nainggolan (abang Diperum Nainggolan) di Pondok Melati itu dikelola oleh Fergison Simamora (pelaku).

Namun 5 tahun terakhir manajemen diserahkan ke Diperum Nainggolan (adik kandung dari Doglas Nainggolan). Diperum ini Jemaat HKBP Jatikramat, Bekasi, jabar. Namun kedua anaknya sekolah minggu di GBI Taminisquare (Rayon 1). 

Ditangan Diperum Nainggolan, kontrakan ini semakin maju dan dikelola secara profesional. Pergantian manajemen dari awal telah menimbulkan dendam di hati pengelola lama (F Simamora). 

Dendam itu ia lampiaskan Selasa dini hari, tepatnya 13 November 2018 Pukul 06.30 WIB, kediaman Diperum Nainggolan (38) di Jalan Bojong Nangka 2 RT 002 RW 07 Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat dengan terbunuhnya Diperum Nainggolan dan keluarga kecilnya.

Bahkan Haris atau Fergison Simamora disebut-sebut merupakan keluarga dekat korban yakni “Anak Namboru”. Aksi sadis itu memang diluar logika. Sehingga polisi perlu mengungkap motif pembunuhan yang dilakukan HS ini. 

Ada pesan moral yang disampaikan Pendeta saat memberangkatkan jenazah ke Samosir. “Jangan pernah simpan dendam sebab dendam hanya akan menciptakan kebencian baru yang akan diikuti peperangan baru yang tidak berkesudahan”. 

Kita pembaca media ini, mari dalami Tuhan supaya kita mudah mengampuni, tidak ada dendam dan kepahitan sekecil apapun, dan jadilah pribadi yang merdeka!. Cukuplah Diparum Nainggolan menjadi kasus buruk terakhir di Negeri Ini.

Selamat Jalan Diparum Nainggolan, Maya Boru Ambarita, Adik Sarah Boru Nainggolan dan Adik Arya Nainggolan. Kalian Sudah Bahagia Bersama di Surga Bersama Allah Bapa, Amin. Kepada Pelaku Mari Doakan Untuk Bertobat. (Berbagai Sumber/Asenk Lee Saragih) 

Subtema Tahun Kemandirian Berteologi GKPS 2019

Written By Berita Simalungun on Thursday, 15 November 2018 | 11:35

Subtema GKPS Tahun 2019: "Pasirsir, bohali ma Kuria in Totap Marguru bani Podah ampa Ajaran ni Kristus, ase Jonam, Toguh, Marurat, Marbuah ibagas Pangarusion ampa Habotohon pasal Kristus Sipaluah in". (Kolosse 2:7; Lahoan ni Apostel 17: 23; 1 Korint 7: 17-20). (Persiapkan dan Perlengkapi Jemaat untuk Tetap Berpedoman pada Ajaran Kristus, agar Kokoh, Teguh, Berakar dan Berbuah di dalam Pengertian dan Pengetahuan akan Kristus Juruselamat"). (Kolose 2:7; Kisah Para Rasul 17:23; 1 Korintus 7:17-20).

Polisi Duga Pembunuh Diparum Nainggolan Sekeluarga di Bekasi Lebih dari Satu Orang

Written By Berita Simalungun on Wednesday, 14 November 2018 | 20:13

Rabu (14/11/2018), sekitar pukul 08.25 WIB, peti jenazah yang semula sudah ditutup kembali dibuka untuk dilihat keluarga dari pihak perempuan dan kerabat korban yang datang ke Rumah Duka Gereja Oikumene Lahai Roi, Pasar Rebo, Cijantung, Jakarta Timur. Detik.com
Bekasi, BS- Kapolres Bekasi Kota Kombes Indarto menduga pembunuh keluarga Diperum Nainggolan di Bekasi, Jawa Barat, lebih dari satu orang. Indarto berharap tim bisa menangkap pelaku dalam waktu dekat.

“Saya mohon doa restu mudah-mudahan tim sudah temukan titik terang. Mudah-mudahan dalam dekat, kami bisa ungkap pelakunya. Ya itulah (lebih dari satu orang)," kata Indarto di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (14/11/2018).

Sementara jenazah korban pembunuhan se keluarga yakni Diperum Nainggolan (38), Maya Boru Ambarita, Sarah Boru Nainggolan (9), dan Arya Nainggolan (7) diberangkatkan dari Jakarta menuju kampung kelahirannya di Huta (Dusun) Hariara Tolu, Desa Parsaoran I, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, Rabu (14/11/2018). 

Suasana duka menyelimuti keluarga besar korban pembunuhan sekeluarga di Bekasi. Empat jenazah itu akan dimakamkan di Samosir, Sumatera Utara. Jenazah korban pembunuhan keluarga di Bekasi akan dimakamkan di Samosir, Sumatera Utara. Isak tangis pun mewarnai prosesi adat sebelum jenazah diberangkatkan. 

Pantauan detikcom, Rabu (14/11/2018), sekitar pukul 08.25 WIB, peti jenazah yang semula sudah ditutup kembali dibuka untuk dilihat keluarga dari pihak perempuan dan kerabat korban yang datang ke Rumah Duka Gereja Oikumene Lahai Roi, Pasar Rebo, Cijantung, Jakarta Timur.

Keluarga dan kerabat mengelilingi keempat peti jenazah. Salah seorang keluarga dari pihak perempuan, Krisman Damanik, menjelaskan setelah ini akan dilanjutkan dengan ibadah dan acara adat. "Setelah ini, pukul 09.00 WIB akan ada acara adat terlebih dahulu," kata Damanik.

Kemudian, 4 jenazah keluarga Diperum Nainggolan akan diterbangkan dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Bandara Kualanamu. Jenazah keluarga Diperum akan dimakamkan di Samosir. “Pukul 12.00 WIB akan diterbangkan dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Bandara Kualanamu," jelas Damanik.

Menurut Damanik, keluarga memilih membawa 4 jenazah bersamaan menuju Bandara Kualanamu karena pesawat di Bandara Kualanamu bisa langsung membawa seluruh jenazah sekaligus. 

"Kalau dari Bandara Silangit, pesawatnya hanya bisa mengangkut 3 jenazah maksimal, dan harus menunggu pesawat lainnya, tapi Bandara Kualanamu bisa membawa seluruh jenazah sekaligus," tutur Damanik.

Sekeluarga yang diduga menjadi korban pembunuhan ini, masih misteri. Polisi juga sudah mengumpulkan sejumlah keterangan saksi-saksi. 

Diperum Nainggolan, Maya Boru Ambarita, Sarah Boru Nainggolan (9), dan Arya Nainggolan (7) ditemukan tewas di kontrakannya di Jalan Bojong Nangka 2 RT 002 RW 07 Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Selasa (13/11/2018) sekitar pukul 06.30 WIB. Diperum Nainggolan dan Maya diduga tewas digorok. Sedangkan dua buah hatinya diduga dibekap dan dicekik oleh pembunuh sadis itu.

Secara terpisah, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan 12 saksi sudah diperiksa terkait kasus tersebut. Saksi tersebut terdiri dari keluarga korban hingga tetangga di sekitar lokasi kejadian.

“Setelah itu mengembang ke saksi-saksi, siapa yang mendengar dan melihat. Dua saksi sudah kami BAP, 10 saksi yang belum, tapi sudah kami interview, ini jadi barbuk penyidik," ujarnya.

Sejumlah barang bukti juga disita polisi dari lokasi kejadian. Keterangan saksi dan barang bukti itu masih diteliti. “Baju korban. Semua ada yang kaitannya kami jadikan barbuk," ujarnya.

Polisi belum memastikan motif pembunuhan. Sejauh ini dugaan yang muncul menyebutkan pembunuhan itu terjadi karena dendam pelaku kepada korban.

“Untuk sementara, dugaan motif bisa juga karena dendam. Namun, untuk kepastiannya, kita biarkan para penyidik bekerja dulu mengungkap kasus ini," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo.

Dugaan Polisi 

Pelaku pembunuhan satu keluarga Diperum Nainggolan di Bekasi, Jawa Barat, masih belum terungkap. Lalu apakah ada orang-orang yang dicurigai terlibat dalam kasus tersebut?

"Ya kalau dugaan banyak," kata Kapolres Bekasi Kombes Indarto kepada detikcom, Rabu (14/11/2018). Indarto mengatakan belum ada pelaku yang diamankan terkait kasus pembunuhan satu keluarga tersebut. Tim gabungan masih melakukan penyelidikan. “Belum ada (yang diamankan)," ujar dia.

“Setelah itu mengembang ke saksi-saksi Siapa yang mendengar dan melihat. Dua saksi sudah kita BAP 10 saksi yang belum. Tapo sudah kita interview ini jadi barbuk penyidik," ujarnya.

Polisi Kumpulkan Petunjuk

Pembunuh keluarga Diperum Nainggolan di Bekasi, Jawa Barat, masih diselidiki polisi. Semua petunjuk dan keterangan saksi dikumpulkan.

"Kita masih evaluasi, kita belum menunjuk atau kita belum mengatakan si A pelakunya, belum (sampai situ). Masih mengumpulkan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, Rabu (14/11/2018).

Argo mengatakan pihaknya juga belum bisa memastikan jumlah pelaku pembunuhan Nainggolan. Selain itu, hubungan antara pelaku dan korban masih didalami. 

“Kita belum bisa memastikan itu. Ya itu bagian dari metode induktif yang akan kita lakukan. Artinya bahwa tersangka ini jumlahnya berapa. Kita belum bisa memprediksi, belum ada keterangan-keterangan atau petunjuk," ujarnya. (BS)

Sumber: Detik.com

"Dikawal Anak Sekolah Minggu Itu Jauh Lebih Baik"

Written By Berita Simalungun on Tuesday, 13 November 2018 | 15:52

Pdt Renny Damanik Bersama Anak Sekolah Minggu. FB
Simalungun-Mereka sangat mengasihi ku, dan selalu perduli dan memperhatikan setiap langkahku. Saat aku mau mengubur di Tanjung Mariah, memang sudah hampir gelap, marhata ma pitpit.

Saat itu aku sengaja jalan kaki walau tempat penguburan sedikit jauh dari rumah yang meninggal. Aku tidak naik mobil atau naik sepeda motor. 

Saat aku melangkah, anak sekolah minggu ini langsung mengikutiku dan mereka berkata "Etah lho pakon pandita hu kuburan", ihhhh pendeta mardalan lang naik motorna" kata mereka.

Kata itu membuat aku tersenyum. Lalu mereka mengikutiku dan akupun mengajak mereka bercerita sepanjang jalan. Tak terasa capeknya karena di kawal Anak Sekolah Minggu, bukan polisi atau tentara. 

Bahagianya bersama anak sekolah minggu ini. Sesampai di kuburan mereka juga tetap dekat denganku, lalu aku bilang, bergeser dulu ya, nanti kita sama selesai acara paragendaon ini.

Selesai acara, ada jeruk disamping kuburan milik yang meninggal ini, lalu aku permisi dan memetik beberapa biji dan memberi pada anak sekolah minggu ini, karena mereka tidak berani minta, tapi ingin makan jeruk. 

Lalu sesampai di parkiran mobil mereka bilang"Mulak ma Ham Pandita? Ku jawab, okey yaaaa sampai jumpa hari minggu. Bahagianya aku jadi pendeta anak sekolah minggu yang polos ini. Kadang kalau aku lewat, mereka pasti melambaikan tangan sambil mengatakan " daaaaa daaa pandita........aaaa.

Akhirnya akupun turun dari mobil, untuk memberi uang jajan mereka saribu atau duaribu bei, dan sengaja aku kasih uang 20.000 an atau 10.000, supaya mereka belajar berbagi dan keadilan bagi seluruh rakyat sekolah minggu. 

Asal mereka tahu aku lewat kadang mereka berbaris dipinggir jalan, marsungi-sungi, pelsut homa saluarni, tapi aku sangat bahagia dan senang pada mereka. 

Kadang mereka mengingatkan aku akan program sekolah minggu saat pengurus kurang aktif. Contohnya mereka datang ke Dekat Altar, dan bertanya, panditaaa.  Atigan do hita na mardalani ai useeee.

Akhhh buat aku makin cinta mereka. Terimakasih buat kalian ya, kalaupun kalian tidak baca postinganku ini. Salam Diakonia.( FB: Pdt Renny Damanik)

Kasus Pembunuhan Diparum Nainggolan Sekeluarga, Diduga Ada Motif Dendam

Lokasi pembunuhan satu keluarga di Bekasi/Isal Mawardi
Bekasi, BS-Terbunuhnya Diperum Nainggolan (38) dan keluarganya mengagetkan tetangga sekitar. Diperum, istri dan dua anaknya diduga dibunuh karena motif dendam pelaku. 

Tetangga korban, Talita, mengaku baru tahu kejadian Selasa (13/11/2018) sekitar pukul 06.30 WIB. Pagar rumah yang sekaligus dijadikan warung di Jalan Bojong Nangka, Kota Bekasi, terbuka.

Diperum bersama keluarganya juga mengelola warung dan kontrakan milik Douglas, kakak Diperum. Douglas menurut Talita sedang di luar kota. “Nah Pak Ucok yang nempatin di situ," ujar Talita.

Talita sempat berbincang dengan Diperum alias Ucok pada Senin (12/11/2018) sore. "Saya beli di warung itu, nah kata Pak Ucok disuruh ambil sendiri. Dia lagi nelepon, nadanya agak tinggi gitu. saya nggak tahu tentang apa. (Suara) rada tinggi," sebut Talita.

Sedangkan Yapi, tetangga lainnya, mengaku tak melihat atau mendengar hal mencurigakan dari rumah Diperum. Dia baru tahu Diperum dan keluarga jadi korban pembunuhan setelah mendengar teriakan. 

"Jam 6 lebih, ada orang kontrakan dalam teriak. saya lihat sudah terbuka, jendelanya kebuka. Saya lihat sudah begitu (meninggal), TV menyala," sambungnya.

Sebelumnya Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Brigjen Dedi Prasetyo menyebut pembunuhan sadis di Bekasi ini diduga dilatarbelakangi dendam. Polisi mengidentifikasi hanya mobil SUV korban yang dibawa pelaku, sedangkan uang dan perhiasan di dalam rumah tetap ada.

"Untuk sementara, dugaan motif bisa juga karena dendam. Namun untuk kepastiannya, kita biarkan para penyidik bekerja dulu mengungkap kasus ini," kata Dedi.

Diduga karena Dendam

Polisi ragu pembunuhan sekeluarga di Bekasi bermotif ekonomi. Dugaan yang muncul menyebutkan pembunuhan itu terjadi karena dendam pelaku terhadap korban.

"Untuk sementara, dugaan motif bisa juga karena dendam. Namun untuk kepastiannya, kita biarkan para penyidik bekerja dulu mengungkap kasus ini," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo kepada detikcom, Selasa (13/11/2018).

Sejauh ini, polisi mengidentifikasi hanya mobil SUV korban yang digondol pelaku. Sedangkan uang dan perhiasan yang ada di dalam rumah tak dibawa lari.

"Barang berharga, ada beberapa yang tidak hilang. Kalung dan beberapa uang tidak hilang," kata Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Indarto, di lokasi.

Pelaku Gondol Mobil SUV Korban

Polisi mengatakan pelaku pembunuhan satu keluarga di Bekasi membawa mobil Nissan X-trail dari rumah korban. Namun untuk motif pembunuhan, polisi tak langsung yakin karena motif ekonomi.

"Hanya mobil X-trail yang dibawa pelaku," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo kepada detikcom, Selasa (13/11/2018).

Dedi menjelaskan pelaku tak membawa harta benda lain milik korban yang lebih mudah dikuasai, seperti perhiasan. “Perhiasan masih ada," ujar Dedi.

Ada kemungkinan, tambah dia, pelaku melakukan pembunuhan keji untuk melampiaskan dendam.

Polisi Selesai Olah TKP

Polisi selesai melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pembunuhan keluarga di Bekasi. Garis polisi masih dipasang di warung yang menyatu dengan rumah tinggal korban.

Pantauan di lokasi, polisi keluarga sekitar pukul 13.00 WIB, Selasa (13/11/2018). Anggota polisi menenteng kantong plastik hitam dari lokasi. 

Saat ini sepuluh personel bersenjata laras panjang sudah meninggalkan lokasi. Tapi garis polisi masih terpasang di warung Sanjaya yang diketahui milik Douglas, kakak dari Diperum Nainggolan (38).

Diperum tewas bersama istrinya Maya Ambarita, Sarah Nainggolan (9) dan Arya Nainggolan (7). Diperum dan Maya ditemukan di ruang tempat menonton televisi. Sedangkan dua anaknya ditemukan di tempat tidur.

Dari pemeriksaan sementara, tidak ada barang-barang milik korban yang hilang. Diduga pembunuhan ini bukan motif ekonomi. "Sementara ini kita kecenderungannya bukan ekonomi," sambungnya.

Diperum Nainggolan (38), Maya Boru Ambarita, Sarah Boru Nainggolan (9), dan Arya Nainggolan (7) ditemukan tewas di kontrakannya sekitar pukul 06.30 WIB. Diperum dan Maya diduga tewas digorok. Sedangkan dua buah hatinya diduga dibekap dan dicekik oleh pembunuh sadis ini. (*)

Sumber: Detik.com

Diperum Nainggolan, Istri dan Dua Anaknya Ditemukan Tewas di Rumahnya


Boneka Teddy Bear diciumkan ke anjing pelacak menyusuri jejak pembunuh sekeluarga di Bekasi. (Isal/detikcom)

Bekasi, BS-Sekeluarga yang diduga menjadi korban pembunuhan yakni Diperum Nainggolan (38), Maya Boru Ambarita, Sarah Boru Nainggolan (9), dan Arya Nainggolan (7) menggemparkan media nasional. Kasus ini terus diselidiki polisi dan sejumlah saksi mata telah dimintai keterangan.

Diperum Nainggolan, Maya Boru Ambarita, Sarah Boru Nainggolan (9), dan Arya Nainggolan (7) ditemukan tewas di kontrakannya di Jalan Bojong Nangka 2 RT 002 RW 07 Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Selasa (13/11/2018) sekitar pukul 06.30 WIB. Diperum Nainggolan dan Maya diduga tewas digorok. Sedangkan dua buah hatinya diduga dibekap dan dicekik oleh pembunuh sadis itu.

Mengutip dari detik.com, Kepada polisi, saksi mata menceritakan detik-detik ditemukannya satu keluarga di Bekasi diduga tewas dibunuh. Dia menyaksikan keluarga kecil itu tewas tergeletak di kontrakannya.

Kasubag Humas Polres Bekasi Kompol Erna Ruswing mengungkapkan pembunuhan sekeluarga ini terjadi di kediaman yang berlokasi Sekeluarga yang diduga menjadi korban pembunuhan tersebut adalah Diperum Nainggolan (38), Maya Boru Ambarita, Sarah Boru Nainggolan (9), dan Arya Nainggolan (7). Kasus ini terus diselidiki polisi dan sejumlah saksi mata telah dimintai keterangan.

Berikut ini detik-detik pembunuhan yang diungkap saksi-saksi:

Selasa, 13 November 2018
Pukul 03.30 WIB
Saksi 1 melihat gerbang kontrakan sudah terbuka dan televisi di ruang korban menyala. Namun saat saksi memanggil korban dari luar rumah, tidak ada jawaban. Saksi tersebut sempat menelepon korban tapi tidak diangkat. Kemudian, saksi 1 kembali ke kontrakan. 

Pukul 06.30 WIB
Pagi harinya, korban biasanya berangkat kerja sekitar pukul 06.30 WIB. Korban belum bangun hingga akhirnya saksi 1 curiga dan penasaran.

Saksi 1 kemudian membuka jendela. Saksi 1 melihat ke ruangan korban melalui jendela dan melihat banyak korban sudah tergeletak dan terdapat darah.

Saksi 1 lalu memanggil saksi 2 dan saksi 3. Kemudian, mereka melihat jendela bersama-sama lalu melaporkan hal tersebut kepada ketua RT dan Polsek Pondok Gede. 

Informasi dugaan pembunuhan keluarga ini diketahui warga sekitar pagi tadi. Warga langsung melaporkan kejadian itu ke polisi.

Polisi selanjutnya melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pembunuhan sadis di Bekasi. Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Indarto menyebut tidak ada barang yang hilang. "Sementara ini kita kecenderungannya bukan ekonomi," kata Indarto secara terpisah.

Polisi Amankan Benda

Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pembunuhan satu keluarga di Bekasi. Polisi mengamankan benda-benda yang diduga dipegang pelaku.

"Saat mendapat laporan, rekan-rekan di wilayah bersama Subdit Jatanras Polda Metro langsung mensterilkan lokasi kemudian melakukan olah TKP. Hasil olah TKP-nya belum, tetapi diamankan barang-barang yang diduga dipegang pelaku," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo kepada detikcom, Selasa (13/11/2018).

Dedi menjelaskan Tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) akan memeriksa benda-benda tersebut. Namun Dedi tidak menyebutkan benda-benda yang dimaksud.

"Nantinya itu (benda-benda yang diduga dipegang pelaku) akan diperiksa Inafis. Saya tidak bisa sebutkan apa-apa saja," ujar Dedi.
Polisi: Kalung-Uang Tak Hilang

Lokasi pembunuhan satu keluarga di Bekasi. (Isal Mawardi/detikcom) 
Pembunuhan sekeluarga di Bekasi terus diselidiki polisi. Sejumlah barang berharga korban diketahui tidak hilang.

"Barang berharga, ada beberapa yang tidak hilang. Kalung dan beberapa uang tidak hilang," kata Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Indarto, di lokasi kejadian di Jalan Bojong Nangka 2 RT 002 RW 07, Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Selasa (13/11/2018).

Menurut dia, polisi masih mengkaji kasus pembunuhan sadis ini. "Kami kaji lagi tapi ya," ujar dia.

Polisi hingga kini masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dengan mengerahkan anjing pelacak. Seluruh jenazah korban sudah dibawa ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. 

Anjing Pelacak Dikerahkan 

Polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pembunuhan sekeluarga di Bekasi, Jawa Barat. Anjing pelacak juga dikerahkan. 

Pantauan detikcom di lokasi, Jalan Bojong Nangka 2 RT 2 RW 7, Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat, petugas membawa seekor anjing pelacak ke dalam rumah korban sekitar pukul 11.30 WIB, Selasa (13/11/2018). Petugas itu bersenjata laras panjang.

Setelah dari dalam rumah, anjing pelacak dibawa ke luar rumah. Petugas lalu membawa anjing pelacak tersebut menyusuri jalan di area itu.

Selain itu, garis polisi masih terpasang di depan pagar rumah. Kapolres Metro Bekasi Kombes Indarto dan jajaran juga berada di lokasi. Penemuan jenazah ini juga menjadi perhatian warga. Warga ramai mendatangi lokasi.

Sementara itu, jenazah para korban telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati pada pukul 11.00 WIB. "Pukul 11.00 WIB dibawa ke RS Polri Kramat Jati," kata Staf Humas Polresta Bekasi Ipda Joko Pris di lokasi.

Anjing Pelacak Cium Boneka-Susuri Jalan

Polisi mengerahkan anjing pelacak ke lokasi pembunuhan sekeluarga di Bekasi, Jawa Barat. Anjing itu tampak mencium boneka sebelum menyusuri jalan.

Pantauan detikcom di lokasi, Jalan Bojong Nangka 2 RT 2 RW 7, Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat, anjing itu dibawa ke luar rumah pada pukul 11.39 WIB, Selasa (13/11/2018). Boneka pun didekatkan ke hidungnya.

Boneka tersebut berbentuk beruang. Warnanya ungu dengan pita pink di leher. Selain boneka, bantal diciumkan ke anjing. Setelah itu, anjing dibawa menyusuri gang.

Anjing tampak berjalan ke titik jemputan sekolah hingga parkiran minimarket. Dari gang, anjing menuju jalan raya. Di situ hewan tersebut mengendus parit-parit lalu dibawa kembali ke rumah. Kasus ini terus diselidiki polisi. Sejumlah saksi mata telah dimintai keterangan. (SJB)

Sumber: Detik.com

Sukses Pentaskan Raja Raya, Tuan Rondahaim",

Sukses Pentaskan Raja Raya, Tuan Rondahaim", Sanggar Rayantara Adakan Ucapan Syukur Kamis 15 November 2018.
Sanggar Rayantara Adakan Ucapan Syukur Kamis 15 November 2018
 
Pematangsiantar, BS- UCAPAN SYUKUR MAKAN BERSAMA all crew n artis teater and film "Tuan Rondahaim" Rumah produksi Sanggar Budaya Rayantara mengucapkan terima kasih atas apresiasi dan bantuan dari semua pihak yang membatu kelancaran pelaksanaan kegiatan Hari Pahlawan 10 November 2018, pementasan dan pemutaran film "Raja Raya, Tuan Rondahaim".

Pementasan bagian dari melestarikan tradisi melalui karya seni, banyak dukungan dari Partuha Maujana Simalungun, Neko Neko dan RM Cindelaras Siantar, juga dari sahabat peduli sejarah budaya Simalungun.

Ada Marzeta Apartemen Bekasi - Frans Deddy SÑrÑgÏh, Lovely Community- Maruli Damanik, dr. Sarmedi Purba, Lontong Merepet Mak Dess, SMK GKPS 3, Remaja Mesjid Ubudiyah, Rohma Ulosta, Toba Odyssey - Royn Purba, Sahabat Lingkungan, Falanty Studio - Falanty Art Darma Purba, Jorei Art, host Sipayung Dear - Indra Rosari Purba, Disporpora Pemko Siantar, Haholongan Prabu - Bagus Purba Tambak (Medan).

Kemudian Roselina Sitepu (Siantar) serta nama apresian yang belum kami sebutkan satu per satu. Kami mengundang adik adik sanggar untuk ucapan syukur dan makan bersama pada : hari / tanggal : Kamis, 15 Nov 2018 Jam : 16.00 - 18.00 tempat : Galeri Indoor Pariwisata Jalan Merdeka (Tugu Becak). 

Kita senantiasa menjaga kearifan lokal, melestarikan tradisi hingga menjadi tonggak kebudayaan Simalungun di Kota Pematangsiantar. Diateitupa. (Sumber: FB-Sanggar Rayantara)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan Tugu Raja Sangnawaluh Damanik di Pematangsiantar

Written By Berita Simalungun on Monday, 12 November 2018 | 15:52

Pematangsiantar, BS-Peresmian Peletakan Batu Pertama Pembangunan Tugu Raja Sangnawaluh Damanik dan Harungguan Bolon (HB) I Tumpuan Samanik Boru Panagolan Indonesia (TDBPI) telah dilaksanakan di Pematangsiantar, Sabtu (10/11/2018). 

Syukur yang tidak terhingga atas diresmikannya Pembangunan Monumen / Tugu Raja Sangnawaluh Damanik selaku Perintis Kota Pematangsiantar dan Simalungun oleh Walikota Siantar dan tokoh-tokoh Damanik.

Tugu setinggi 24 meter tersebut dibangun di Lapangan H Adam Malik Siantar, dan diharapkan akan menjadi icon kota pada masa mendatang. 

Dihari yangg sama juga telah terlaksana Harungguan Bolon (musyawarah besar) Damanik Boru Panagolan Indonesia (HB I TDBPI) yang telah berhasil menyusun dan mengesahkan Pengurus Periode 2018-2022. 

Selamat kepada pengurus yang terpilih, semoga bisa amanah melakukan program-program yang bisa menyatukan dan memajukan DBPI dimanapun mereka berada. 

Terimakasih yang tiak terhingga juga atas segala dukungan semua pihak dan mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila ada hal-hal yang tidak berkenan. Salam Habonaron Do Bona.(Sumber: FB-Sehat Damanik)

 



[COMING SOON] PATUNGGUNG SIMALUNGUN

Toba Dream Jakarta πŸ“†16 November 2018 ⌚19.00 WIB. 
 "MARTONDUR REUNION" Concert πŸ“Toba Dream Jakarta πŸ“†16 November 2018 ⌚19.00 WIB. Bersama Artis-artis Simalungun: ☑️ De'Rapstar Ent ☑️ Marsal Band ☑️ Yeyen Marbun ☑️ Trio Palapa ☑️ Sitalasari Trio ☑️ Yanci Sinaga ☑️ Yogi Purba ☑️ Rando Sembiring ☑️ Ocha Mamamia ☑️ Sumani D Purba ☑️ Elvan Saragih Grab your ticket ▪️VVIP 5 Jt (8 seat) ▪️VIP 3 Jt (6 Seat) ▪️Gold 300 Ribu ▪️Silver 200 Ribu Contact Person Tlp/Wa: - San Francisco Saragih +6281364197019 - Rofin Purba +6281264622788 Email: Pagesbudsimalungun18@gmail.com IG : @Patunggungsimalungun #simalungununtukindonesia #patunggungsimalungun.

Sumber:FB Pagelaran Seni Budaya Simalungun

Ibunda Gogo (Idol Junior 2018) Meninggal Dunia

Written By Berita Simalungun on Thursday, 8 November 2018 | 08:40

Selamat Jalan Ibunda Gogo (Idol Junior 2018)  Rumida Sinaga!!! 
Jambi-Pada ajang pencarian bakat Indonesia Idol Junior tahun 2018 ini kembali digulirkan. Gemilang Abetnego (Gogo) Simanjuntak dari Medan sudah masuk 9 besar Indonesia Idol Junior. 

Ditengah mengikuti perlombaan, ibunya Jojo, Rumida br Sinaga sakit keras dan meninggal dunia. Kanker Getah bening dan komplikasi menggerogoti tubuhnya. 
Gemilang Abetnego (Gogo) Simanjuntak.FB 
"Rendah hati dan ingat berdoa ya anakku biar juara," pesan terakhir Ibu Gogo lewat Video conference dari Medan, Selasa (6/11/2018). RIP, Turut berduka cita atas kepergian Ibunda Gogo (Namboru Br.Sinaga). 

"Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan penghiburan. Tetap Semangat Berjuang ya Gogo. Luar biasa talenta yang diberikan Tuhan kepada mu. #DukungGogoForIndonesianIdolJunior," tulis Eron Ficardo Sinaga di akun sosial medianya. (JP-Lee)


 Gemilang Abetnego (Gogo) Simanjuntak.FB

Proyek Turap Pinggir Danau Toba di Tongging Disoal

Written By Berita Simalungun on Tuesday, 6 November 2018 | 09:48

Pembuatan Bronjong Batu yang menggunakan batu dari muar Sungai Tongging, bukan disediakan oleh sipemborong proyek. Foto Selasa 23 Oktober 2018. Asenk Lee Saragih WA 08117407587
Tongging, BS-Proyek turap atau penahan pinggir Danau Toba di Desa Tongging, Kabupaten Karo disoal oleh masyarakat setempat. Pelaksana proyek dari Dinas PUPR Provinsi Sumatera Utara itu bahkan menggunakan material batu untuk bronjong diambil dari muara Sungai Tongging. Bukan menggunakan batu yang didatangkan oleh pelaksana proyek itu.

P Haloho, warga Desa Tongging mengajak penulis meninjau proyek pembangunan turap pinggir Danau Toba di Desa Tongging, Selasa 23 Oktober 2018 lalu. Penulis juga mengabadikan sejumlah fisik proyek yang tidak dilengkapi Papan Merek Proyek itu.

Bronjong penahan dinding Sungai Tongging batu materialnya diambil dari muara Sungai, bukan didatangkan oleh pelaksana proyek. Haloho juga menyebutkan, kalau pemborong proyek itu berasal dari Kota Medan dengan anggaran dari APBN 2018.

Haloho meminta Dinas PUPR Pemprov Sumatera Utara dan Dinas PUPR Kabupaten Karo untuk mengawasi proyek turap pinggir Danau Toba di Desa Tongging tersebut. Diduga proyek “siluman” tanpa plang merek itu akan dikerjakan tidak sesuai bestek dilihat dari cara-cara pemborong dalam melaksanakannya. (Asenk Lee)

Proyek Turap Pinggir Danau Toba di Tongging Disoal. Foto diabadikan Selasa 23 Oktober 2018. Asenk Lee Saragih WA 08117407587
 
Proyek Turap Pinggir Danau Toba di Tongging Disoal. Foto diabadikan Selasa 23 Oktober 2018. Asenk Lee Saragih WA 08117407587

Proyek Turap Pinggir Danau Toba di Tongging Disoal. Foto diabadikan Selasa 23 Oktober 2018. Asenk Lee Saragih WA 08117407587

Proyek Turap Pinggir Danau Toba di Tongging Disoal. Foto diabadikan Selasa 23 Oktober 2018. Asenk Lee Saragih WA 08117407587

Proyek Turap Pinggir Danau Toba di Tongging Disoal. Foto diabadikan Selasa 23 Oktober 2018. Asenk Lee Saragih WA 08117407587

Proyek Turap Pinggir Danau Toba di Tongging Disoal. Foto diabadikan Selasa 23 Oktober 2018. Asenk Lee Saragih WA 08117407587

Proyek Turap Pinggir Danau Toba di Tongging Disoal. Foto diabadikan Selasa 23 Oktober 2018. Asenk Lee Saragih WA 08117407587

Sungai Tongging.

Proyek Turap Pinggir Danau Toba di Tongging Disoal. Foto diabadikan Selasa 23 Oktober 2018. Asenk Lee Saragih WA 08117407587

Proyek Turap Pinggir Danau Toba di Tongging Disoal. Foto diabadikan Selasa 23 Oktober 2018. Asenk Lee Saragih WA 08117407587

Proyek Turap Pinggir Danau Toba di Tongging Disoal. Foto diabadikan Selasa 23 Oktober 2018. Asenk Lee Saragih WA 08117407587

Proyek Turap Pinggir Danau Toba di Tongging Disoal. Foto diabadikan Selasa 23 Oktober 2018. Asenk Lee Saragih WA 08117407587

Proyek Turap Pinggir Danau Toba di Tongging Disoal. Foto diabadikan Selasa 23 Oktober 2018. Asenk Lee Saragih WA 08117407587

Proyek Turap Pinggir Danau Toba di Tongging Disoal. Foto diabadikan Selasa 23 Oktober 2018. Asenk Lee Saragih WA 08117407587





 

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Doakan St RK Purba Diberikan Kesembuhan

Doakan St RK Purba Diberikan Kesembuhan
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Andaliman, Rempah Batak Yang Mendunia

Andaliman, Rempah Batak Yang Mendunia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Selamat Datang Mahasiswa Baru Asal Simalungun

Selamat Datang Mahasiswa Baru Asal Simalungun
Buatlah Bangga Orang Tuamu


MIRACLE "TINUKTUK" SAMBAL REMPAH KHAS SIMALUNGUN

MIRACLE "TINUKTUK" SAMBAL REMPAH KHAS SIMALUNGUN
PESAN: MIRACLE'TINUKTUK WA: 081269275555

Catatan Paska Konser Jhon Eliaman Saragih

Catatan Paska Konser Jhon Eliaman Saragih
TMII Jakarta Sabtu 4 November 2017.KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Berita Lainnya

.

.
.

RUANG IKLAN

RUANG IKLAN
Kirim Bahan IKLAN Ke Email: beritasimalungun@gmail.com

Dr Sortaman Saragih SH MARS

Dr Sortaman Saragih SH MARS
Mari Rebut Kembali Tiket Ke Senayan yang Tertunda Itu