Pohon Tumbang di Jalan Siantar-Parapat Timpa Kabel Listrik





Foto Jalan Parapat. Foto Oleh Asenk Lee Saragih

Listrik Dua Desa Padam Total
PLNPLNPONDOK BULU- Sebuah pohon tumbang dan menimpa kabel jaringan tegangan menengah (JTM) 1.500  Volt Ampere di Jalan Siantar-Parapat, Pondok Bulu (2 km dari simpang Aek Nauli) Rabu (18/4) sekira pukul 17.30 WIB. Akibatnya, arus litrik ke Desa Marihat Huta dan Pondok Bulu terpaksa dipadamkan untuk menghindari korsleting dan menjaga keselamatan warga sekitar.

Menurut A Sitio, warga Parapat yang melintas dari Siantar ke Parapat menerangkan, di lokasi tersebut belum ada petugas dari pihak PLN atau pemerintah setempat yang bertindak sehingga ada kesan pembiaran. 

“ Tidak ada yang memperbaikinya dan warga juga tidak berani untuk mengambil tindakan, karena takut terkena sengatan arus listrik. Apalagi hujan deras,” ujarnya. Sementara pihak PLN Ranting Parapat yang ditemui METRO  di kantor Pelayanan Jalan Bangun Dolok mengaku tidak berani mengambil tindakan karena beresiko sangat tinggi, mengingat hujan yang tidak kunjung berhenti dan sudah gelap.

“Besok pagi kami akan cek ke sana. Kalau malam ini tidak mungkin karena  personel juga sudah pulang. Di samping itu peralatan untuk kerja malam kurang memadai,” ujar petugas emergency yang tidak mau menyebut namanya. Katanya, untuk emergency di malam hari harus menunggu instruksi dari Kepala Ranting PLN Parapat P Panggabean. “Bapak itu pergi, ada urusan ke Pematangsiantar dan kami sudah kasih tahu kalau besok kami akan ke sana.

Kalaupun dikerjakan malam ini, harus beliau yang memberikan perintah,” jawabnya. Humas PLN Cabang Pematangsiantar Edwar James Sirait yang dihubungi via selular mengaku justru belum mengetahui kejadian tersebut. “Belum ada laporan dari manapun yang saya terima. Namun kalau bisa mohon disampaiakan dulu sama Panggabean, Kepala Ranting Parapat,“ elaknya. 

Sementara, Kepala Ranting PLN Panuturi Panggabean mengatakan, pihaknya akan menyelesaikannya paling lama  pukul 08.00 WIB. Kepada warga, dimohon bersabar karena kerusakan tergolong parah.

“Ada 8 tiang konstrukstif yang bersentuhan antara 3 fasa  arus positif  (api), yaitu Fasa R, L dan O. Untuk pengerjaan itu harus ekstra hati-hati dan kami akan usahan malam ini turun ke lapangan,” jelasnya.(rait/ara)(metrosiantar.com)
Share this article :

Post Comment

 
Contact Facebook:
Copyright © 2011. BERITA SIMALUNGUN - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger