Letkol Inf Drs Robensius Saragih

Letkol Inf Drs Robensius Saragih
Bakal Calon Bupati Simalungun 2015-2020- Letkol Inf Drs Robensius Saragih (Kasintel Korem Garuda Putih 042 Jambi). Alumni FPOK IKIP Medan Angkatan 1987. Jemaat GKPS Jambi. Sosok Sederhana, Rendah Hati (Toruh Maruhur), Intelektual, Visioner, Tegas dan Jujur. (TS: Asenk Lee Saragih).

Minggu, 16 Juni 2013

ALBUM PERDANA "ONDOZ TRIO" POP SIMALUNGUN

ALBUM PERDANA "ONDOZ TRIO" POP SIMALUNGUN. SEGERA DAPATKAN. VIA ONLINE SMS ALAMAT LENGKAP KE 0812 747 7587 (ASENK LEE SARAGIH).
Rp 15.000/Keping. Ditambah Ongkos Kirim di Luar Kota Jambi.

 









ALBUM PERDANA "ONDOZ TRIO" POP SIMALUNGUN. SEGERA DAPATKAN. VIA ONLINE SMS ALAMAT LENGKAP KE 0812 747 7587 (ASENK LEE SARAGIH).
Rp 15.000/Keping. Ditambah Ongkos Kirim di Luar Kota Jambi.

UNTUK WILAYAH JAWA BARAT HUBUNGI RADIO MORA JABAR

UNTUK WILAYAH SUMATERA UTARA HUBUNGI RADIO MORA SUMUT SIANTAR

Senin, 10 Juni 2013

Karier Kinerja Letnan Kolonel (Letkol) Inf Robensius Saragih Cemerlang



Korem Jambi Amankan Delapan Ton Solar Ilegal

Tanggal 10 November 2012
JAMBI – Korem 042 Garuda Putih Jambi mengamankan delapan ton bahan bakar minyak jenis solar yang diduga ilegal di salah satu gudang penimbunan Jalan Lintas Timur, Aurduri KM 16, Jam bi.

Kasi Intel Korem 042 Gapu Jambi Letnan Kolonel (Letkol) Inf Robensius Saragih di lokasi penangkapan, Jumat, mengatakan di gudang penimbunan BBM tersebut ditemukan delapan ton solar tanpa surat resmi yang diduga akan disalahgunakan oleh pemiliknya.

Temuan ini diperoleh setelah pihak intelijen TNI berhasil mendapatkan informasi bahwa di kawasan jalan Lintas Timur Sumatera tepatnya di daerah Aurduri I Kota Jambi sering dilakukan penimbunan BBM jenis solar.

Pada saat diselidiki, hasilnya di gedung kapur tersebut ditemukan puluhan drum dan delapan unit tempat penampungan ukuran besar atau ‘tedmon’ yang berisikan solar ilegal.

“Pada saat anggota TNI masuk tempat tersebut, kami hanya menemukan pekerja gudang kapur dan tempat penimbunan solar sedangkan pelakunya sudah kabur lebih dulu saat hendak ditangkap,” kata Robensius Saragih seperti diberitakan Antara.

Untuk kasus temuan ini pihak TNI akan menyerahkan barang bukti tersebut kepada pihak yang berwewenang untuk ditangani selanjutnya dan pihak TNI hanya sebatas mengungkap dan mengaman kan temuan tersebut.

Selama tiga bulan terakhir pihak TNI khususnya Korem 042 Gapu Jambi dan jajarannya berhasil mengamankan sebanyak 490 barel atau 78 ton minyak mentah ilegal dari beberapa lokasi penimbunan dan penyimpanan di Jambi.

Minyak mentah yang diamankan tersebut terdiri atas 352 barel atau lebih kurang 62 ton diamankan dari daerah Pijoan Kabupaten Muarojambi pada Agustus 2012.

Terakhir TNI dibantu polisi pada Jumat lalu (26/10) juga mengamankan sebanyak 70 barel atau lebih kurang 16 ton minyak mentah dari daerah Muaratembesi, Kabupaten Batanghari.

Jika diuangkan, nilainya lebih kurang Rp1,5 miliar dan selain itu pihak TNI juga mengamankan 42 kendaraan roda empat berbagai jenis yang umumnya sudah dimodifikasi.

Kini barang bukti tersebut disimpan pada lokasi milik PT Pertamina EP UBEB Jambi di Keluruhan Kenali Asam, Kecamatan Kotabaru, Kota Jambi, untuk diserahkan kepada kepolisian yang akan melakukan penyidikan.

Sebelumnya pihak Korem 042 Gapu Jambi dan Kodim Batanghari juga mengamankan puluhan ton minyak tanah dari beberapa lokasi dan kasusnya juga diserahkan kepada yang berwenang.
(*/013)

Kiprah Kinerja Tugas Robensius Saragih di Korem Jambi

 

 *************************

Intel TNI Cegah Penyelundupan 63 Ton Minyak

Diduga curian dari PT Pertamina di Jambi dan akan dikirim ke Jakarta


Penyelundupan 63,6 ton minyak mentah digagalkan
Penyelundupan 63,6 ton minyak mentah digagalkan (VIVAnews/Anhar Rizki Affandi)
VIVAnews - Intel Korem 042 Garuda Putih, Jambi, berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 63,6 ton minyak mentah ke Jakarta, Rabu 8 Agustus 2012. Minyak mentah itu ditimbun di gudang di kawasan Pijoan, Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muarojambi, Jambi.

"Namun, personel yang diterjunkan gagal menangkap para pelaku dan pemiliknya," kata Kepala Seksi Intel Korem 042 Garuda Putih, Mayor TNI Robensius Saragih, usai penggerebekan.

Menurut dia, saat penggerebekan, pemilik puluhan ton minyak mentah ini tidak berada di lokasi penimbunan. Pada saat penggerebekan sekitar pukul 06.30 WIB, hanya ditemukan lima unit truk diesel bermuatan puluhan ton minyak mentah yang tersimpan di dalam tangki-tangki modifikasi.

Dia menambahkan, penggerebekan yang melibatkan sekitar 10 personel TNI ini, berawal dari laporan masyarakat sehari sebelumnya. "Saya langsung lapor ke Pak Danrem, dan Beliau memerintahkan dilakukan penyelidikan," kata Robensius.
Koordinasi Polisi
Robensius menduga, minyak mentah ini hasil curian dari pipa minyak PT Pertamina yang yang membentang antara Jambi-Palembang, Sumatera Selatan.
Dalam laporan, tambah Robensius, ada indikasi upaya penyelundupan melalui armada kontainer atau intercoller. Petugas intel harus mengintai lama untuk penggerebekan ini.

Temuan ini telah dikoordinasikan kepada pihak Kepolisian untuk ditindaklanjuti. "Sedangkan barang bukti minyak mentah siang ini sedang dibawa ke Pertamina Depo Jambi untuk diamankan." ujarnya.

Kapolres Muarojambi, Ajun Komisaris Besar Badaruddin, berjanji akan menindaklanjuti penggerebekan ini. "Kita sudah lihat temuan ke TKP. Dengan kasus ini berarti sudah lima kasus minyak mentah curian kita tangani," katanya.

Manajer Humas EP Prabumlih, yang khusus mengurusi masalah minyak mentah, Agus Amperianto, mengakui pencurian minyak mentah dari pipa Pertamina di Jambi–Palembang sedang marak terjadi.

"Tadi  ada telepon laporan yang masuk dari Jambi, namun belum tahu persis detilnya. Selasa kemarin juga ada temuan serupa di Palembang, sekitar 28 ton minyak mentah hasil curian ditemukan aparat dan tidak bertuan," katanya. (ren)

Laporan: M Ramond EPU l Jambi
********************************

DANREM 042/GAPU : “LAHIRKAN IDE SERTA PEMIKIRAN BARU GUNA LEBIH MENINGKATKAN PELAKSANAAN TUGAS”

corps2
Letkol Inf Robensius  Saragih yang menjabat sebagai Pabandya Wanwil Sterdam II/Sriwijaya
corps1

Jambi , Selasa 16 April  2013, Korem 042/Garuda putih.
Lahirkan ide serta  pemikiran baru guna lebih meningkatkan pelaksanaan tugas. Demikian Danrem 042/Gapu Kolonel Inf Eko Budi S dalam bahagian sambutannya pada acara corps raport dan tradisi pelepasan perwira Korem 042/Gapu Selasa tanggal 16 April  2013 bertempat di Gedung Balai Prajurit Korem 042/Gapu.

Lebih lanjut Danrem 042/Gapu Kolonel Inf Eko Budi S menyampaikan bahwa Laporan Corps pelepasan Perwira Korem 042/Gapu    yang     kita    selenggarakan     ini merupakan hal  yang terjadi secara berkala dan berkesinambungan dalam rangka pembinaan satuan dan pembinaan personel, sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan organisasi serta perkembangan dinamika lingkungan satuan. Pergantian jabatan dipandang sebagai perwujudan untuk meningkatkan kinerja setiap personel yang mengawaki organisasi dengan harapan tugas, fungsi dan peran dapat diemban dengan sebaik-baiknya.

Melalui Corps   Raport   Pelepasan Perwira Korem 042/Gapu ini, diharapkan  akan memacu semangat   kerja   dan    kreatifitas,    sehingga melahirkan ide serta pemikiran baru guna lebih meningkatkan pelaksanaan tugas. Sebagaimana kita pahami bersama bahwa jabatan bagi prajurit TNI-AD                  pada hakikatnya merupakan penghargaan  dan amanah yang diberikan pimpinan  untuk  dapat dilaksanakan dan  dipertanggung jawabkan dengan sebaik-baiknya, dengan harapan dalam pelaksanaan tugas serta pengabdian   dapat    mengemban    tanggung  jawab   jabatan baik kepada pimpinan maupun kepada bangsa dan negara.

Oleh karena itu, bagi prajurit yang mendapat kepercayaan menempati suatu jabatan, diharapkan dalam pelaksanaan tugas kedepan nantinya agar dapat mempersembahkan karya bhakti dan pengabdian yang berkualitas dengan dilandasi oleh Keimanan dan Ketaqwaan kepada    Tuhan Yang Maha Esa. Acara Corps Raport dan Tradisi Pelepasan Perwira Korem 042/Gapu,    merupakan   tradisi   yang   harus  kita hargai dan  dilestarikan   secara   berkesinambungan, karena merupakan kebanggaan  satuan  Korem  042/Gapu. Datang dan perginya anggota, itu merupakan langkah pengabdian kita kepada bangsa dan negara.

Tradisi prosesi penciuman Dhuaja Korem   042/Gapu  yang   baru  saja   dilakukan, merupakan perlambang kecintaan kepada satuan Korem 042/Gapu serta kesiapan saudara untuk mengabdi dan berbuat maksimal bagi kejayaan dan kebanggaan di satuan baru nantinya. Juga merupakan penghargaan kita untuk melepas anggota yang telah berjasa dan mengabdi di Korem 042/Gapu.

Pada akhir sambutannya Danrem 042/Gapu Kolonel Inf Eko Budi S, atas nama  Komando dan selaku pribadi serta atas nama segenap warga Korem 042/Gapu dan keluarganya, menyampaikan penghargaan yang tinggi dan sekaligus melepas Letkol Inf Robensius Saragih, Mayor Inf Endar Setyanto dan Kapten Inf Poniman  disertai ucapan terima kasih dan penghargaan yang tulus atas pelaksanaan tugas dan dedikasi yang ditampilkan selama ini.

 Ucapan yang sama juga disampaikan Danrem 042/Gapu  kepada Para Istri yang dengan penuh setia mendampingi    suami   selama    bertugas   di Korem 042/Gapu disertai harapan tetaplah ingat pada Korem 042/Gapu.

Demikian Danrem 042/Gapu Kolonel Inf Eko Budi S dalam sambutannya pada acara corps raport dan tradisi pelepasan perwira Korem 042/Gapu Selasa tanggal 16 April  2013 bertempat di Gedung balai prajurit Korem 042/Gapu
Adapun Perwira Korem 042/Gapu yang dilepas  terdiri dari 2 orang Pamen, atas nama Letkol Inf Robensius  Saragih yang menjabat sebagai Pabandya Wanwil Sterdam II/Sriwijaya dan Mayor Inf Endar Setyanto yang menjabat sebagai Danyon 144/Jaya Yudha Rem 041/Gamas. Sedangkan Pelepasan  satu Perwira  Pertama atas nama Kapten Inf Poniman  yang akan memasuki masa Pensiun.

Hadir pada acara tersebut Kasrem 042/Gapu Letkol Inf Lilik Sudaryani, para Dandim jajaran Korem 042/Gapu, Ketua Persit KCK Koorcabrem 042 PD II/Sriwijaya Ibu Ny. Mery Eko Budi S, Wakil Ketua Persit KCK Koorcabrem 042 PD II /Sriwijaya Ibu Ny.Dian Lilik Sudaryani beserta Pengurus,  Para Kasi Korem 042/Gapu, Para Dan/Kasatbalak Jajaran Korem 042/Gapu, Para Pasi dan Perwira Staf Khusus.( Penrem 042/Gapu).

 (Sumber : http://www.korem-042-gapu.mil.id)

MENGENAL JEJAK KARIER Letkol Inf Robensius Saragih





KASI INTEL REM 042/GAPU


1.             N a m a (lengkap): Drs. R. Saragih

2.             Pangkat/Corps     : Mayor/ Inf

3.             Nrp/Nbi                  : 11940007560467

4.             Tmt Jabatan         : 25-01-2012

5.             Tanggal Lahir       : 16-04-1967

6.             Tempat lahir         : Limbong

7.             Kategori                 : Aktif

8.             Status Kawin        : Kawin

9.             N a m a  Isteri       : Marthalena RT Julu

10.          Jumlah Anak        : 3  ( Tiga  )


-----
BATALYON B IKIP MEDAN



Pada hari Selasa 10 Mei 1977 bertempat di kampus IKIP Negeri Medan, Komandan Menwa Mahatara SU (Let.Kol.Inf. S.M.T. Simanjuntak melantik Persadaan Sinuhaji (NBP. 77350200142) sebagai Komandan
pertama Batalyon B IKIP Medan dan Constan Manalu (NBP. 77360200212) sebagai Wakil Komandan pertama Batalyon B IKIP Medan.

Adapun dasar pengangkatannya adalah Surat Keputusan Komandan Resimen Mahasiswa Sumatera Utara Nomor: Skep/051/RMSU/I/1977 tanggal 12 Januari 1977 tentang Pengangkatan Pejabat Staf di lingkungan Resimen Mahasiswa Sumatera Utara.

DAFTAR PARA KOMANDAN BATALYON B IKIP MEDAN (yang bisa didata):

1. Persadaan Sinuhaji (NBP. 77350200142, Fakultas Ilmu Pendidikan,

Periode 1 Januari 1977 – 6 November 1979, Dasar Pengangkatan: Surat Keputusan Komandan Resimen Mahasiswa Sumatera Utara Nomor: Skep/051/RMSU/I/1977 tanggal 12 Januari 1977 tentang Pengangkatan Pejabat Staf di lingkungan Resimen Mahasiswa Sumatera Utara, Pendidikan: Kursus Kader).

2. Rudolf Bastian Purba (NBP. 77540200205, FPIPS, Periode 1979 – 1983, Pendidikan: Latsarmil dan Suskapin Wankamra Angkatan XI 3 Desember 1977 – 15 Februari 1978).

3. Leonard Surungan Samosir (NBP. 79580200759, FPMIPA, Periode 1983 – 1985, Dasar Pengangkatan: Surat Perintah Komandan Resimen Mahasiswa Mahatara SU Nomor: Sprin/051/III/1983 tanggal 17 Maret 1983 tentang Serah Terima Jabatan Komandan Batalyon B IKIP Medan, Pendidikan: Latsarmil 1979, Suskalak Menwa Mahatara Angkatan I 8 September 1980 – 2 Oktober 1980, Suskapin Menwa Angkatan XV 1 September 1981 – 29 Oktober 1981).

4. Osberth Sinaga (NBP. 81620201720, FPBS, Periode 1985 – 1988, Pendidikan: Latsarmil 1981, Suskalak Menwa Mahatara Angkatan II 3 Maret 1984 – 23 Maret 1984).

5. Jakkon T.P. Hutagaol (NBP. 83640202507, FPIPS, Periode 1988 – 1989. Dasar Pengangkatan: Surat Keputusan Komandan Menwa Mahatara Nomor: Skep/0029/IV/1988 tanggal 27 April 1988 tentang
Pemberhentian dan Pengangkatan Dalam Jabatan Komandan Batalyon B IKIP Medan Menwa Mahatara, Pendidikan: Diksarmenwa 1983.

6. Edward Simatupang (NBP. 86660203979, FPIPS, Periode 1989 – 1991, Pendidikan: Diksar Menwa 1986, Suskalak Menwa Mahatara Angkatan IV 14 September 1987 – 14 Oktober 1987, Suskapin Menwa Angkatan XVIII 21 Januari 1989 – 25 Maret 1989).

7. Liat Sinaga (NBP. 87670204151, FPBS, Periode 1991 – 1992, Pendidikan: Diksar Menwa Mahatara 1987, Suskapin Menwa Angkatan XIX 27 Februari 1990 – 21 April 1990).

8. Robensius Saragih (NBP. 88670204857, FPOK, Periode 27 Juni 1992 – 27 Oktober 1993, Dasar Pengangkatan: Surat Keputusan Komandan Menwa Mahatara SU Nomor: Skep/16/VI/1992 tanggal 27 Juni 1992 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Dalam Jabatan Komandan Batalyon B IKIP Medan Menwa Mahatara Daerah Sumatera Utara, Pendidikan: Diksar Menwa Mahatara “Garuda Sakti V” 1988, Suskalak Menwa Mahatara Angkatan V 9 Juli 1990 – 7 Agustus 1990).

9. Anggiat Manalu (NBP. 90690205198, FPOK, Periode 27 Oktober 1993 – 29 September 1994, Dasar Pengangkatan: Surat Keputusan Komandan Menwa Mahatara SU Nomor: Skep/117/X/1993 tanggal 27 Oktober 1993 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Komandan Batalyon B IKIP Medan, Pendidikan: Diksar Menwa Mahatara “Garuda Sakti VII” 15-30 November 1990).

10. Sabam Nainggolan (NBP. 91700205884, FPMIPA, Periode 29 September 1994 – 12 Desember 1995, Dasar Pengangkatan: Surat Keputusan Komandan Menwa Mahatara SU Nomor: Skep/84/IX/1994 tanggal 29 September 1994 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Dalam Jabatan Komandan Batalyon B IKIP Medan Menwa Mahatara Daerah Sumatera Utara, Pendidikan: Diksar Menwa “Satya Nagara” 1991).

11. Junait Tampubolon (NBP. 93730206687, FPMIPA, Periode 12 Desember 1995 – 23 Desember 1996, Dasar Pengangkatan: Keputusan Rektor IKIP Medan Nomor: 159/PT35.K/Rek/1995 tanggal 12 Desember 1995 tentang Penyempurnaan dan Pengangkatan Pengurus Organisasi Satuan Resimen Mahasiswa IKIP Medan, Pendidikan: Diksar Menwa Mahatara “Garuda Sakti VIII” 23 Juni 1993 – 7 Juli 1993, Suskapin Menwa Angkatan XXV 27 Januari 1997 – 1 Maret 1997).

12. Makmur Sitompul (NBP. 91700205875, FPOK, Periode 1997 – 1998, Dasar Pengangkatan: Keputusan Rektor IKIP Medan Nomor: 164/PT35.K/Rek.3/1996 tanggal 23 Desember 1996 tentang Susunan Pengurus Satuan Resimen Mahasiswa IKIP Medan Periode 1996/1997, Pendidikan: Diksar Menwa “Satya Nagara” 1991).

13. Sabar Surbakti (NBP. 93710206695, FPOK, Periode 29 Oktober 1998 – ….., Dasar Pengangkatan: Keputusan Rektor IKIP Medan Nomor: 579/K10.III/Kep/KM/1998 tanggal 22 Oktober 1998 tentang Susunan Pengurus Menwa Satuan Satya Nagara IKIP Medan Periode 1998/1999, Pendidikan: Diksar Menwa Mahatara “Garuda Sakti VIII” 23 Juni 1993 – 7 Juli 1993, Suskapin Menwa Angkatan XXVII 8 Februari 1999 – 5 Maret 1999).

DAFTAR PARA WAKIL KOMANDAN BATALYON B IKIP MEDAN (yang bisa
didata):

1. Constan Manalu (NBP. 77360200212, FIP, Dasar Pengangkatan: Surat Keputusan Komandan Resimen Mahasiswa Sumatera Utara Nomor: Skep/051/RMSU/I/1977 tanggal 12 Januari 1977 tentang Pengangkatan Pejabat Staf di lingkungan Resimen Mahasiswa Sumatera Utara, Pendidikan: Kursus Kader).

2.

3.

4. Agus Kembaren (NBP. 83630202073, FPMIPA, Pendidikan: Diksar Menwa 1983, Suskalak Menwa Mahatara Angkatan III 18 Agustus 1985 – 18 September 1985).

5.

6. Amru Mahalli (NBP. 86660203989, FPIPS, Pendidikan: Diksar Menwa 1986, Suskalak Menwa Mahatara Angkatan IV 14 September 1987 – 14 Oktober 1987).

7.

8. Freddy Fernando Siregar (NBP. 88680204856, FPOK, Periode 27 Juni 1992 – 27 Oktober 1993, Dasar Pengangkatan: Surat Keputusan Komandan Menwa Mahatara SU Nomor: Skep/16/VI/1992 tanggal 27 Juni 1992 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Dalam Jabatan Komandan Batalyon B IKIP Medan Menwa Mahatara Daerah Sumatera Utara, Pendidikan: Diksar Menwa Mahatara “Garuda Sakti V” 1988, Suskalak Menwa Mahatara Angkatan V 9 Juli 1990 – 7 Agustus 1990, Suskapin Menwa Angkatan XX 30 November 1991 – 25 Januari 1992).

9. Sahat Napitupulu (NBP. 90700205225, FPIPS, Periode 27 Oktober 1993 – 29 September 1994, Pendidikan: Diksar Menwa Mahatara “Garuda Sakti VII” 1990).

10. Ambrocius Marlon Rickson Siahaan (NBP. 91720205900, FPBS, Periode 29 September 1994 – 12 Desember 1995, Dasar Pengangkatan: Surat Keputusan Komandan Menwa Mahatara SU Nomor: Skep/84/IX/1994 tanggal 29 September 1994 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Dalam Jabatan Komandan Batalyon B IKIP Medan Menwa Mahatara Daerah Sumatera Utara, Pendidikan: Diksar Menwa “Satya Nagara” 1991).

11. Hendri Simarmata (NBP. 93720206696, FPOK, Periode 12 Desember 1995 – 23 Desember 1996, Dasar Pengangkatan: Keputusan Rektor IKIP Medan Nomor: 159/PT35.K/Rek/1995 tanggal 12 Desember 1995 tentang Penyempurnaan dan Pengangkatan Pengurus Organisasi Satuan Resimen
Mahasiswa IKIP Medan, Pendidikan: Diksar Menwa Mahatara “Garuda Sakti VIII” 1993).

12. Astruch Natal Rumahorbo (NBP. 93710206686, FPOK, Periode 23 Desember 1996 – ….., Dasar Pengangkatan: Keputusan Rektor IKIP Medan Nomor: 164/PT35.K/Rek.3/1996 tanggal 23 Desember 1996 tentang Susunan Pengurus Satuan Resimen Mahasiswa IKIP Medan Periode 1996/1997, Pendidikan: Diksar Menwa Mahatara “Garuda Sakti VIII” 1993).

13. Lambaik Manalu (NBP. 94740206996, FPTK, Periode 29 Oktober 1998 – ….., Dasar Pengangkatan: Keputusan Rektor IKIP Medan Nomor: 579/K10.III/Kep/KM/1998 tanggal 22 Oktober 1998 tentang Susunan Pengurus Menwa Satuan Satya Nagara IKIP Medan Periode 1998/1999, Pendidikan: Diksar Menwa Mahatara “Garuda Sakti IX” 1994).

DAFTAR ABITUREN SUSKAPIN WANKAMRA/SUSKAPIN MENWA:

A. Suskapin Wankamra Angkatan XI (3 Desember 1977 – 15 Februari 1978, di Pusdikratih Puscadnas Dephankam RI):

1. Suryati Marbun (NBP. 77560200156, FPIPS),

2. Johan Sinulingga (NBP. 77530200190, FPBS),

3. Rudolf Bastian Purba (NBP. 77540200205, FPIPS),

4. Ratna Juwita (NBP. 77560200206, FIP),

5. Adiwarman Nasution (NBP. 77560200207, FPIPS).

B. Suskapin Wankamra Angkatan XII (September 1978 – November 1978

di Pusdikratih Puscadnas Dephankam RI):

1. Arjuna Ginting (NBP. 77560200155, FPTK),

2. Ernawati Dalimunte (NBP. 77570200177, FIP).

C. Suskapin Wankamra Angkatan XV (1 September 1981 – 29 Oktober 1981 di Pusdikratih Puscadnas Dephankam RI):

1. Leonard Surungan Samosir (NBP. 79580200759, FPMIPA).

D. Suskapin Wankamra Angkatan XVII (9 Januari 1984 – 3 Maret 1984 di Pusdikratih Puscadnas Dephankam RI):

1. Gazali Sianturi (NBP. 80590201282, FPIPS).

E. Suskapin Menwa Angkatan XVIII (21 Januari 1989 – 25 Maret 1989 di Searmed Pusdikart Pussenartad):

1. Edward Simatupang (NBP. 86660203979, FPIPS).

F. Suskapin Menwa Angkatan XIX (27 Februari 1990 – 21 April 1990 di Searmed Pusdikart Pussenartad):

1. Liat Sinaga (NBP. 87670204151, FPBS).

G. Suskapin Menwa Angkatan XX (30 November 1991 – 25 Januari 1992 di Searmed Pusdikart Pussenartad):

1. Freddy Fernando Siregar (NBP. 88680204856, FPOK).

H. Suskapin Menwa Angkatan XXV (27 Januari 1997 – 1 Maret 1991 di Seter Pusdikart Pussenartad):

1. Junait T.H. Tampubolon (NBP. 93730206687, FPMIPA).

I. Suskapin Menwa Angkatan XXVII (8 Februari 1999 – 5 Maret 1999 di

Searmed Pusdikart Pussenartad):

1. Sabar Surbakti (NBP. 93710206695, FPOK).

DAFTAR ABITUREN SUSKALAK MENWA MAHATARA:

A. Angkatan I (8 September 1980 – 2 Oktober 1980 di Kodiklatdam

II/BB):

1. Rosni Simangunsong (NBP. 79580200733, FKIK),

2. Hendri Tarigan (NBP. 79590200752, FKIE),

3. Hotma Siregar (NBP. 79570200753, FKIE),

4. Leonard Surungan Samosir (NBP. 79580200759, FPMIPA),

5. Mardiah Siregar (NBP. 79590200761, FIP),

6. Syarifuddin Alinafiah (NBP. 79570200781, FKIE),

7. Maluddin Naibaho (NBP. 80570201233, FKIS),

8. Farida Sembiring (NBP. 80580201243, FKIE),

9. Edy Supratman (NBP. 80590201263, FIP),

10. Julister Manalu (NBP. 80590201275, FPIPS),

11. Hasan Sitepu (NBP. 80590201277, FPIPS),

12. Gazali Sianturi (NBP. 80590201282, FPIPS),

B. Angkatan II (3 Maret 1984 – 23 Maret 1984 di Kodiklatdam II/BB):

1. Kampu Manik (NBP. 81580201359, FPTK),

2. Mustakim Siagian (NBP. 81600201689, FPTK),

3. Pangaloan Siregar (NBP. 81590201690, FPTK),

4. Abdul Hasan Saragih (NBP. 81600201693, FPTK),

5. Treken Sembiring (NBP. 81610201710, FPOK),

6. Anggiat Sihombing (NBP. 81600201712, FPTK),

7. Meinal Gultom (NBP. 81600201716, FPTK),

8. Osberth Sinaga (NBP. 81620201720, FPBS).

C. Angkatan III (18 Agustus 1985 – 18 September 1985 di Rinifdam

II/BB):

1. Hombar Sinaga (NBP. 82610201887, FPOK),

2. Bigway Tambunan (NBP. 83630202486, FPIPS),

3. Agus Kembaren (NBP. 83630202073. FPMIPA),

4. Rotua Dame Siburian (NBP. 83630202488, FIP),

5. Juriansyah (NBP. 83620202068, FPOK),

6. Setiaro Waruwu (NBP. 83620202517, FPOK),

7. Timbul Nadeak (NBP. 83610202067, FPIPS),

8. Khairani Siregar (NBP. 83630202491, FPTK),

9. Irtawati (NBP. 83630202499, FIP),

10. Faogohuku Hulu (NBP. 83630202479, FPOK).

D. Angkatan IV (14 September 1987 – 14 Oktober 1987 di Rinifdam

I/BB):

1. Herlina Sianipar (NBP. 86650203971),

2. Edward Simatupang (NBP. 86660203979, FPIPS),

3. Amru Mahalli (NBP. 86660203989, FPIPS),

4. Nurhayati Sinuhaji (NBP. 86650204033).

E. Angkatan V (9 Juli 1990 – 7 Agustus 1990 di Rinifdam I/BB):

1. Freddy Fernando Saragih (NBP. 88680204856, FPOK),

2. Robensius Saragih (NBP. 88670204857, FPOK),

3. Juniar F.T. Pasaribu (NBP. 88680204863, FPTK),

4. Maju Partogi Simanjuntak (NBP. 88680204865, FPMIPA).

F. Angkatan VI (25 Maret 1996 – 30 Maret 1996 di UPT BPP Jaya Tani

Dinas Pertanian Sumut):

1. Yusuf Siregar (NBP. 94730207006, FPOK),

2. Tagor H. Siagian (NBP. 94750207010, FPBS),

3. Roce Komalasari (NBP. 94750207012, FPMIPA),

4. Risdaliana Ginting (NBP. 94730207014, FPOK).

G. Angkatan VII (17 Maret 1997 – 31 Maret 1997 di Secata A Rindam

I/BB):

1. Libertina Sinuhaji (NBP. 95750207570, FPBS),

2. Tetty Hutajulu (NBP. 95740207576, FPBS).
======
(Sumber Google.com).

Minggu, 09 Juni 2013

Teater Simalungun Tampil Sukses Dalam Temu Karya Taman Budaya Nusantara Se Indonesia di Jambi

Simalungun Menembus BatasFoto: Simalungun menembus batas
Penulis : Sultan Saragih

Sebulan yang lalu, aku di telpon oleh Suhu Muhar Omtatok dari Batam. Ia mengatakan, Taman Budaya Sumatera Utara melalui Matheus Swarsono mencari penampilan etnik untuk Temu Karya Taman Budaya Se-Indonesia. Matheus Swarsono adalah seniman/koreografi tari yang membawakan Ramayana versi Karo di Candi Prambanan, Yogyakarta tahun lalu (2012). Ada kans dari beberapa etnik di antara nya, Tor Tor Tongkat Tunggal Panaluan sesuai dengan tema " Kekuatan Mantra dalam perspektif dalam perspektif Kebudayaan Indonesia" 4-8 Juni di Jambi tersebut. Muhar Omtatok mengajukan diri dan menyatakan, Simalungun juga memiliki tradisi mantra dan sama sekali belum pernah di tampilkan. Ia bersiap memimpin pertunjukan bila memenuhi kriteria dan membawa tim ke Jambi. 

Akhir nya aku harus bolak balik ke Medan untuk latihan bersama selama 3 minggu, memang waktu yang cukup sempit untuk mencapai kesempurnaan. Motivasi paling besar dalam benak ku, sebuah peluang bagi simalungun untuk memperlihatkan kekayaan tradisi dengan sesama pelaku tradisi dari etnik lain di nusantara. Pertama tama terkejut dengan Tor Tor Hasombahon Panisumbah yang di perlihatkan Muhar Omtatok, karena berbeda dengan tor tor sombah pada umum nya, atau Tor Tor Sombah 120, tor tor ini sangat spiritual karena bisa mendekatkan diri kita dengan Sang Pencipta. Tor Tor Hasomahon Panisumbah memang di susun gerakan nya dan di wariskan leluhur untuk menyembah Naibata Na So Taridah (Tak Terlihat).

Kemudian aku bertanya kepada Opung Obot Sipayung (82 tahun, Maestro Dihar) bagaimana leluhur simalungun pada masa lalu melakukan penyembahan kepada Sang Pencipta, juga kepada Mamioka (77 tahun, adik dari Alm Mr. Djariaman Damanik) untuk menyusun pertunjukan. Mereka mengucapkan tabas tabas (mantra) dan gerakan gerakan "manombah" lain nya yang masih bersifat Simalungun Hindu.  Omtatok melakukan edit dan melengkapi agar tampak tersusun rapi dan kuat. Ini lah tugas seniman, melestarikan seni tradisi dengan melakukan penyusunan dan inovasi sehingga dapat dinikmati sebagai pertunjukan di zaman Modern. 

Setelah transit dari Batam, kami tiba di jambi, Selasa sore (4/6) pukul 5 sore. Malam nya menyaksikan pembukaan dengan persembahan Lukah Gilo yang sangat magis dari Jambi, sungguh mempesona. Para penari menggunakan bubu (penangkap ikan tradisional) dan labu menjadi kepala orang sehingga mirip dengan orang orang an sawah dengan di beri pakaian warna warni. Para penari tak dapat menahan gerakan bubu itu sendiri. Menurut Omtatok, Simalungun juga memiliki seni tradisi ini, luar biasa. 

Keesokan hari nya kami menyaksikan pertunjukan dari etnik lain, seperti Bambu Gila (Maluku), Sintren (Jawa Barat), Wayang Orang "Basukarno" (Yogyakarta), Tari Baris Gurnita "Doa membuka Sawah Ladang" (Bali), pertunjukan kolaborasi musik etnik. Semua sangat mem pesona dan sebuah kekayaan tradisi nusantara yang unik dan original. Terlihat pada malam itu juga ada seni Instalansi dari bambu hasil karya seniman, Pembuatan Lukisan sepanjang 100 meter,  Pameran Seni Rupa dan lainnya. Perhelatan yang sangat membawa inspirasi untuk selalu berkarya setelah kembali ke daerah. 

Tiba lah pertunjukan kami dari Simalungun dengan judul "Ritual Parsimagotan - Tor Tor Hasombahon Panisumbah" di teater arena (indoor) Jambi. Kami di manja kan dengan fasilitas panggung yang wah, dimana clip on tersedia u setiap pemain, mic 20 an, lighting 30 an, ruang full AC, kursi penonton bertingkat berjenjang dgn sound system sendiri, karpet mewah plus kursi sofa, kapasitas 300 org. Tak ada seperti ini di siantar maupun taman budaya medan. Mewaaah bah, simalungun siap tampil  malam itu.

Adegan di mulai dengan tor tor hasombahon panisumbah, inggou - tangis tangis dari seorang inang yang menderita melihat suami nya ter kena akibat penyakit sampar yang melanda kampung. Beratus Guru (Datu) telah di tempuh untuk menyembuhkan hingga tiba di Parsimagotan. Guru Bolon menjadi jalan terakhir atas keputus-asa-an. Mantra mantra di bacakan, Guru Bolon menyembuhkan, Guru Bolon melakukan tor tor manrajah di atas tanah dengan Bindu Matoguh, Guru Bolon menunjukkan kesaktian dengan kekebalan. Pesan Guru Bolon agar semua orang simalungun melewati badan air, sungai, danau, laut untuk menghindari penyakit sampar wabah yang mematikan. 

Tepuk tangan penonton hadir berturut turut, melihat semangat kami menampilkan sesuatu yang unik dan original dari simalungun di setiap sesi.

Kami pulang dari Jambi membawa semangat baru. Bagaimana seni tradisi mantra simalungun (tabas tabas) dapat terus dilestarikan dengan cara memilah, memilih dan menyesuaikan bersanding dengan situasi zaman (ilmu pengetahuan, teknologi digital, multimedia dll). Kami percaya  mantra mantra simalungun (tabas tabas) tidak semua bernilai buruk atau bertendensi negatip, masih ada yang positip dan dapat di beri inovasi. Seperti dalam pertunjukan teater, puisi mantra, lukisan mantra, animasi mantra, dan karya mantra dalam bentuk lain nya. Mantra dapat menjadi inspirasi sebuah karya, menjadi pengetahuan dengan belajar dari kearifan lokal. Sebuah jalan agar kita tidak lupa terhadap leluhur. Salam Budaya 

Generasi muda harus memiliki kemampuan baru untuk melestarikan seni tradisi, mari terus ber inovasi untuk simalungun !! 

Sinopsis :

Latar belakang menjelang keruntuhan Harajaon Nagur setelah digempur pasukan perang, kemudian datang malapetaka berikut nya wabah sampar. Kampung kampung di wilayah Nagur menjadi kosong, hancur dan mati.

Berdasarkan pengetahuan dan ilmu Guru Bolon (datu), penyakit dapat disembukan di tempat leluhur (parsimagotan), kemudian melewati air sungai, danau dan laut untuk menghindari terjangkitnya penyakit Sampar lebih parah. Bahkan dulu, hampir semua orang Simalungun meninggakan wilayah Kerajaan Nagur, bahkan hingga menyeberangi Laut Tawar (kini Danau Toba) lalu tiba di sebuah tempat (Samosir).

Dalam pemahaman orang Simalungun, Samosir berasal dari kata Samisir atau Sahali Misir, sebuah peringatan/pemahaman bahwa orang Simalungun pernah pindah untuk menghindari sampar kemudian kembali lagi ke kampung halaman. Lalu dikenal dengan “Sima Sima Nalungun” yang arti nya tempat yang telah sepi, sunyi dan sangat di rindu kan. Kelak orang orang menyebutnya Simalungun.

Pemain :

Datu Sibotoh Surat :
M Muhar Omtatok
Sultan Saragih

Panortor:
T. Haris Fadillah
Fahmi
Irwansyah

Inggou tangis tangis :
Jery Saragih

Pemusik :
Zumaidi
Gomgom
Aditya   


Pendamping :
Matheus Swarsono
Sultan Saragih
 
 
Simalungun Menembus Batas

Penulis : Sultan Saragih


Sebulan yang lalu, aku di telpon oleh Suhu Muhar Omtatok dari Batam. Ia mengatakan, Taman Budaya Sumatera Utara melalui Matheus Swarsono mencari penampilan etnik untuk Temu Karya Taman Budaya Se-Indonesia. Matheus Swarsono adalah seniman/koreografi tari yang membawakan Ramayana versi Karo di Candi Prambanan, Yogyakarta tahun lalu (2012).

Ada kans dari beberapa etnik di antara nya, Tor Tor Tongkat Tunggal Panaluan sesuai dengan tema " Kekuatan Mantra dalam perspektif dalam perspektif Kebudayaan Indonesia" 4-8 Juni di Jambi tersebut. Muhar Omtatok mengajukan diri dan menyatakan, Simalungun juga memiliki tradisi mantra dan sama sekali belum pernah di tampilkan. Ia bersiap memimpin pertunjukan bila memenuhi kriteria dan membawa tim ke Jambi.

Akhir nya aku harus bolak balik ke Medan untuk latihan bersama selama 3 minggu, memang waktu yang cukup sempit untuk mencapai kesempurnaan. Motivasi paling besar dalam benak ku, sebuah peluang bagi simalungun untuk memperlihatkan kekayaan tradisi dengan sesama pelaku tradisi dari etnik lain di nusantara. Pertama tama terkejut dengan Tor Tor Hasombahon Panisumbah yang di perlihatkan Muhar Omtatok, karena berbeda dengan tor tor sombah pada umum nya, atau Tor Tor Sombah 120, tor tor ini sangat spiritual karena bisa mendekatkan diri kita dengan Sang Pencipta. Tor Tor Hasomahon Panisumbah memang di susun gerakan nya dan di wariskan leluhur untuk menyembah Naibata Na So Taridah (Tak Terlihat).

Kemudian aku bertanya kepada Opung Obot Sipayung (82 tahun, Maestro Dihar) bagaimana leluhur simalungun pada masa lalu melakukan penyembahan kepada Sang Pencipta, juga kepada Mamioka (77 tahun, adik dari Alm Mr. Djariaman Damanik) untuk menyusun pertunjukan. Mereka mengucapkan tabas tabas (mantra) dan gerakan gerakan "manombah" lain nya yang masih bersifat Simalungun Hindu. Omtatok melakukan edit dan melengkapi agar tampak tersusun rapi dan kuat. Ini lah tugas seniman, melestarikan seni tradisi dengan melakukan penyusunan dan inovasi sehingga dapat dinikmati sebagai pertunjukan di zaman Modern.

Setelah transit dari Batam, kami tiba di jambi, Selasa sore (4/6) pukul 5 sore. Malam nya menyaksikan pembukaan dengan persembahan Lukah Gilo yang sangat magis dari Jambi, sungguh mempesona. Para penari menggunakan bubu (penangkap ikan tradisional) dan labu menjadi kepala orang sehingga mirip dengan orang orang an sawah dengan di beri pakaian warna warni. Para penari tak dapat menahan gerakan bubu itu sendiri. Menurut Omtatok, Simalungun juga memiliki seni tradisi ini, luar biasa.

Keesokan hari nya kami menyaksikan pertunjukan dari etnik lain, seperti Bambu Gila (Maluku), Sintren (Jawa Barat), Wayang Orang "Basukarno" (Yogyakarta), Tari Baris Gurnita "Doa membuka Sawah Ladang" (Bali), pertunjukan kolaborasi musik etnik. Semua sangat mem pesona dan sebuah kekayaan tradisi nusantara yang unik dan original. Terlihat pada malam itu juga ada seni Instalansi dari bambu hasil karya seniman, Pembuatan Lukisan sepanjang 100 meter, Pameran Seni Rupa dan lainnya. Perhelatan yang sangat membawa inspirasi untuk selalu berkarya setelah kembali ke daerah.

Tiba lah pertunjukan kami dari Simalungun dengan judul "Ritual Parsimagotan - Tor Tor Hasombahon Panisumbah" di teater arena (indoor) Jambi. Kami di manja kan dengan fasilitas panggung yang wah, dimana clip on tersedia u setiap pemain, mic 20 an, lighting 30 an, ruang full AC, kursi penonton bertingkat berjenjang dgn sound system sendiri, karpet mewah plus kursi sofa, kapasitas 300 org. Tak ada seperti ini di siantar maupun taman budaya medan. Mewaaah bah, simalungun siap tampil malam itu.

Adegan di mulai dengan tor tor hasombahon panisumbah, inggou - tangis tangis dari seorang inang yang menderita melihat suami nya ter kena akibat penyakit sampar yang melanda kampung. Beratus Guru (Datu) telah di tempuh untuk menyembuhkan hingga tiba di Parsimagotan. Guru Bolon menjadi jalan terakhir atas keputus-asa-an. Mantra mantra di bacakan, Guru Bolon menyembuhkan, Guru Bolon melakukan tor tor manrajah di atas tanah dengan Bindu Matoguh, Guru Bolon menunjukkan kesaktian dengan kekebalan. Pesan Guru Bolon agar semua orang simalungun melewati badan air, sungai, danau, laut untuk menghindari penyakit sampar wabah yang mematikan.


Tepuk tangan penonton hadir berturut turut, melihat semangat kami menampilkan sesuatu yang unik dan original dari simalungun di setiap sesi.

Kami pulang dari Jambi membawa semangat baru. Bagaimana seni tradisi mantra simalungun (tabas tabas) dapat terus dilestarikan dengan cara memilah, memilih dan menyesuaikan bersanding dengan situasi zaman (ilmu pengetahuan, teknologi digital, multimedia dll). Kami percaya mantra mantra simalungun (tabas tabas) tidak semua bernilai buruk atau bertendensi negatip, masih ada yang positip dan dapat di beri inovasi. Seperti dalam pertunjukan teater, puisi mantra, lukisan mantra, animasi mantra, dan karya mantra dalam bentuk lain nya. Mantra dapat menjadi inspirasi sebuah karya, menjadi pengetahuan dengan belajar dari kearifan lokal. Sebuah jalan agar kita tidak lupa terhadap leluhur. Salam Budaya

Generasi muda harus memiliki kemampuan baru untuk melestarikan seni tradisi, mari terus ber inovasi untuk simalungun !!

Sinopsis :


Latar belakang menjelang keruntuhan Harajaon Nagur setelah digempur pasukan perang, kemudian datang malapetaka berikut nya wabah sampar. Kampung kampung di wilayah Nagur menjadi kosong, hancur dan mati.

Berdasarkan pengetahuan dan ilmu Guru Bolon (datu), penyakit dapat disembukan di tempat leluhur (parsimagotan), kemudian melewati air sungai, danau dan laut untuk menghindari terjangkitnya penyakit Sampar lebih parah. Bahkan dulu, hampir semua orang Simalungun meninggakan wilayah Kerajaan Nagur, bahkan hingga menyeberangi Laut Tawar (kini Danau Toba) lalu tiba di sebuah tempat (Samosir).

Dalam pemahaman orang Simalungun, Samosir berasal dari kata Samisir atau Sahali Misir, sebuah peringatan/pemahaman bahwa orang Simalungun pernah pindah untuk menghindari sampar kemudian kembali lagi ke kampung halaman. Lalu dikenal dengan “Sima Sima Nalungun” yang arti nya tempat yang telah sepi, sunyi dan sangat di rindu kan. Kelak orang orang menyebutnya Simalungun.


Pemain :

Datu Sibotoh Surat :
M Muhar Omtatok
Sultan Saragih


Panortor:
T. Haris Fadillah
Fahmi
Irwansyah

Inggou tangis tangis :
Jery Saragih

Pemusik :
Zumaidi
Gomgom
Aditya


Pendamping :
Matheus Swarsono

Bakal Calon Bupati Simalungun 2015-2020- Letkol Inf Drs Robensius Saragih

Bakal Calon Bupati Simalungun 2015-2020- Letkol Inf Drs Robensius Saragih (Kasintel Korem Garuda Putih 042 Jambi). Alumni FPOK IKIP Medan Angkatan 1987. Jemaat GKPS Jambi. Sosok Sederhana, Toruh Maruhur, Intelektual, Fisioner, Tegas dan Jujur. (TS: Asenk Lee Saragih).

Rabu, 05 Juni 2013

SAKSIKAN BERAMAI RAMAI TEATER TRADISIONAL SIMALUNGUN "RITUAL PARSIMAGOTAN"


(Sapar Badagei)

Tor Tor Hasombahon Pinasumbah
KAMIS, 6 JUNI 2013 hanya di Taman Budaya Jambi, Kambang Telainai pura
Pukul 20.00
Sinopsis :

Latar belakang menjelang keruntuhan Harajaon Nagur setelah digempur pasukan perang, kemudian datang malapetaka berikut nya wabah sampar. Kampung kampung di wilayah Nagur menjadi kosong, hancur dan mati.

Berdasarkan pengetahuan dan ilmu Guru Bolon (datu), penyakit dapat disembukan di tempat leluhur (parsimagotan), kemudian melewati air sungai, danau dan laut untuk menghindari terjangkitnya penyakit Sampar lebih parah. Bahkan dulu, hampir semua orang Simalungun meninggakan wilayah Kerajaan Nagur, bahkan hingga menyeberangi Laut Tawar (kini Danau Toba) lalu tiba di sebuah tempat (Samosir).

Dalam pemahaman orang Simalungun, Samosir berasal dari kata Samisir atau Sahali Misir, sebuah peringatan/pemahaman bahwa orang Simalungun pernah pindah untuk menghindari sampar kemudian kembali lagi ke kampung halaman. Lalu dikenal dengan “Sima Sima Nalungun” yang arti nya tempat yang telah sepi, sunyi dan sangat di rindu kan. Kelak orang orang menyebutnya Simalungun.

Pemain :

Datu Sibotoh Surat :
M Muhar Omtatok
Sultan Saragih

Panortor:
T. Haris Fadillah
Fahmi
Irwansyah
Kiky

Pemusik :
Zumaidi
Gomgom